Riyono Caping Perkuat Ketahanan Pangan Pacitan Lewat Alsintan dan Penguatan Stok Bulog

oleh -116 Dilihat
Riyono Caping dan Ririn Subianti saat meninjau stok beras di Gudang Bulog Pacitan.
Sinergi Pusat dan Daerah: Anggota DPR RI Riyono Caping didampingi Anggota DPRD Pacitan Ririn Subianti saat mengecek kualitas stok beras di Gudang Bulog Pacitan, Selasa (5/5/2026). (Foto: Nur Azizah/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Anggota Komisi IV DPR RI Riyono, atau yang akrab disapa Riyono Caping, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pacitan untuk memperkuat sektor pertanian dan kelautan serta memastikan stabilitas stok pangan nasional di tingkat daerah, Selasa (5/5/2026).

Dalam kunjungan di dua titik, yakni Kecamatan Pacitan dan Desa Wonosidi, Tulakan, Riyono menyerahkan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan), membuka pelatihan ternak ayam petelur, hingga mengecek langsung gudang Bulog guna memastikan kesejahteraan petani dan nelayan sebagai ujung tombak ketahanan pangan.

Kunjungan ini merupakan langkah konkret dalam menyerap aspirasi masyarakat terkait kebutuhan sarana prasarana (sarpras) dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Riyono yang merupakan legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tercatat telah menyalurkan sedikitnya 75 unit Alsintan kepada kelompok tani di Pacitan sepanjang tahun 2025, serta berbagai alat tangkap ikan bagi nelayan.

“Kita harus pastikan petani dan nelayan mendapatkan dukungan penuh, baik dari sisi teknologi alat mesin maupun pemberdayaan ekonomi kreatif seperti ternak ayam petelur berbasis rumahan yang hari ini kita latih,”kata Riyono di sela-sela kegiatannya.

Selain berdiskusi dengan kader dan tokoh masyarakat, putra asli Magetan ini juga melakukan koordinasi langsung dengan Kepala Cabang Bulog Ponorogo dan Kepala Gudang Bulog Pacitan.

Hal ini dilakukan untuk memantau ketersediaan stok beras dan minyak goreng di wilayah tersebut.

Anggota DPRD Kabupaten Pacitan, Ririn Subianti, yang turut mendampingi bersama Ketua DPD PKS Pacitan Ahmad Rifa’i, mengapresiasi sinergi antara pusat dan daerah ini.

Menurutnya, kehadiran dana APBN melalui jalur aspirasi sangat membantu masyarakat di tengah keterbatasan anggaran daerah.

“Alhamdulillah, kami cek langsung stok beras dari Maret 2025 hingga April 2026 dalam kondisi bagus. Kabar baiknya, Bulog saat ini membeli gabah petani seharga Rp6.500 per kilogram. Ini harga yang relatif tinggi dan sangat kami syukuri, semoga bisa stabil,”kata Ririn, sapaan akrabnya.

Ririn juga menambahkan bahwa para petani diharapkan terus menjaga kualitas gabah sesuai standar yang ditetapkan agar harga tetap terjaga.

“Dibutuhkan koordinasi dan pendampingan berkelanjutan oleh dinas terkait agar standar kualitas ini bisa dipenuhi oleh para petani kita,” pungkas politisi PKS ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.