Tinggalkan Madinah, JCH Pacitan Menuju Makkah untuk Umrah Wajib dalam Kondisi Prima

oleh -1136 Dilihat
Jemaah haji asal Pacitan kloter 25 tahun 2026 mengenakan pakaian ihram putih saat prosesi mengambil miqat umrah wajib di Masjid Bir Ali.
Jemaah haji asal Kabupaten Pacitan mengenakan kain ihram saat mengambil miqat (niat umrah wajib) di Masjid Bir Ali (Dzulhulaifah), Kamis (7/5/2026). Rombongan jemaah singgah di lokasi ini sebelum melanjutkan perjalanan darat membelah padang pasir menuju Kota Suci Makkah. (Foto: Dok. Kemenhaj Pacitan)

Pacitanku.com, MAKKAH – Setelah merampungkan rangkaian ibadah Arbain, jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Pacitan resmi meninggalkan Madinah Al-Munawwarah menuju Kota Suci Makkah untuk melaksanakan umrah wajib pada Kamis (7/5/2026) pukul 07.00 waktu setempat.

Rombongan diberangkatkan tepat waktu dan seluruh jemaah dilaporkan dalam kondisi kesehatan yang prima.

Keberangkatan jemaah haji asal “Kota 1001 Gua” ini menandai babak baru dalam rangkaian ibadah rukun Islam kelima mereka.

Proses mobilisasi telah dipersiapkan sejak dini hari agar perjalanan berjalan lancar tanpa hambatan, sesuai dengan skema dari Daerah Kerja (Daker) Madinah.

Ketua Kloter 25 Haji Pacitan, Heri Siswanto, memastikan kelancaran proses pemberangkatan tersebut. Ia menyebut kedisiplinan dan persiapan yang matang menjadi kunci kelancaran pergerakan jemaah.

“Alhamdulillah, tepat jam 7 pagi tadi jemaah haji Pacitan sesuai jadwal yang ditentukan Daker sudah berangkat dari Madinah menuju Makkah,”kata Heri Siswanto saat memberikan keterangan resmi, Kamis (7/5/2026).

Sebelum menempuh perjalanan membelah padang pasir menuju Baitullah, rombongan bus singgah sejenak di Bir Ali (Dzulhulaifah).

Titik ini merupakan lokasi krusial bagi jemaah untuk melaksanakan niat ihram yang menjadi syarat sah dimulainya ibadah umrah.

Meskipun cuaca dan perjalanan cukup menguras energi, Heri menyampaikan kabar baik bagi keluarga di Tanah Air bahwa mental dan fisik para jemaah terjaga dengan baik.

“Saat ini posisi kami masih berada di Bir Ali, tempat kaum muslimin melaksanakan miqat untuk memulai umrah wajib. Saat ini masih dalam perjalanan di bus dari Madinah. Alhamdulillah, seluruh jemaah dalam kondisi baik dan sehat,” pungkasnya.

Perjalanan darat dari Madinah menuju Makkah diperkirakan memakan waktu sekitar 4 hingga 6 jam.

Setibanya di Kota Suci Makkah, jemaah akan langsung diarahkan menuju hotel masing-masing untuk beristirahat dan memulihkan tenaga. Setelah itu, rombongan akan dijadwalkan menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan rangkaian Tawaf dan Sa’i.

Sebagai informasi, jemaah calon haji asal Kabupaten Pacitan pada musim haji tahun ini tergabung ke dalam Gelombang I Kelompok Terbang (Kloter) 25 Embarkasi Surabaya.

Mereka berangkat bersama rombongan jemaah asal Kabupaten Madiun, Kota Surabaya, serta dua jemaah dari Kabupaten Ponorogo.

No More Posts Available.

No more pages to load.