Buntut Dugaan Siswa Keracunan, BGN Hentikan Operasional SPPG Kebondalem

oleh -306 Dilihat
Potret Listiana Asworo, Penanggung Jawab BGN Pacitan
Penanggung Jawab BGN Pacitan, Listiana Asworo. (Foto: Dok. Istimewa)

Pacitanku.com, PACITAN – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan total operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kebondalem, Pacitan, mulai Senin (13/4/2026), menyusul insiden dugaan keracunan massal program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa 139 siswa di Kecamatan Tegalombo.

Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP), mulai dari pengolahan hingga distribusi pangan.

Baca juga: Dinkes Pacitan Ungkap Korban Keracunan Diduga MBG 139 Orang, 28 Diantaranya Jalani Perawatan

Hingga saat ini, tercatat 28 siswa masih menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan setempat sembari menunggu hasil uji laboratorium dari Yogyakarta.

Peristiwa pilu ini bermula pada Kamis (9/4/2026), saat puluhan siswa dari jenjang TK hingga SMP di lima desa—Kebondalem, Gedangan, Ngreco, Kemuning, dan Tegalombo—mengalami gejala mual, muntah, hingga diare usai mengonsumsi menu MBG.

Perwakilan BGN Pacitan, Listiana Asworo, menegaskan bahwa keselamatan siswa adalah prioritas utama sehingga penghentian distribusi harus dilakukan selama proses investigasi berlangsung.

“Sementara berhenti operasional. Njih, itu merupakan bagian dari evaluasi total sambil menunggu hasil labnya,”kata Listiana Asworo saat dikonfirmasi, Senin (13/4/2026).

Selama masa vakum, otoritas terkait melakukan pemeriksaan mendalam terhadap fasilitas dapur, kualitas bahan baku, hingga sanitasi peralatan memasak.

BGN berkomitmen hanya akan membuka kembali operasional SPPG jika seluruh tahapan produksi dinyatakan memenuhi protokol kesehatan secara ketat.

Pemerintah daerah setempat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memercayakan proses audit internal serta investigasi transparan yang sedang berjalan kepada pihak berwenang.

No More Posts Available.

No more pages to load.