Wanita ODGJ di Pringkuku Ditemukan Tewas Gantung Diri

oleh -243 Dilihat
Olah TKP Kasus Bunuh Diri di Kecamatan Pringkuku.
Personel kepolisian saat melakukan olah TKP di rumah korban SU (42) di Dusun Dondong, Desa Dersono, Pringkuku, Jumat (10/4/2026).

Catatan Redaksi: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal menunjukkan tanda-tanda depresi atau memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup, segera hubungi layanan kesehatan mental atau puskesmas terdekat.


Pacitanku.com, PRINGKUKU – Seorang wanita berinisial SU (42), warga Dusun Dondong, Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, Pacitan ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di dapur rumahnya pada Jumat (10/4/2026) sore.

Penemuan jasad korban yang memiliki riwayat gangguan jiwa (ODGJ) tersebut pertama kali diketahui oleh ibu kandung dan pamannya sekira pukul 16.30 WIB sesaat setelah pulang menjenguk tetangga yang sakit.

Kapolsek Pringkuku, Kompol Giyarno, S.H., menjelaskan bahwa kejadian tragis ini bermula saat ibu korban, Sukiyem, bersama seorang saksi bernama Purwanto tiba di rumah.

Mereka terkejut mendapati korban sudah dalam posisi tergantung menggunakan tali tampar plastik berwarna biru sepanjang 50 cm di area dapur.

“Saksi yang terkejut melihat kondisi korban langsung melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa setempat, yang kemudian diteruskan ke Polsek Pringkuku,”kata Kompol Giyarno dalam keterangan resminya, Jumat (10/4/2026).

Merespons laporan tersebut, jajaran Polsek Pringkuku bersama tim medis dari Puskesmas Pringkuku segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Berdasarkan identifikasi medis, petugas menemukan bekas jeratan tali pada leher dan luka lecet di perut akibat ikatan kain, namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan.

Pihak kepolisian menyimpulkan bahwa kejadian ini murni merupakan tindakan bunuh diri. Hal tersebut diperkuat dengan fakta bahwa korban merupakan pasien yang sedang dalam masa pengobatan rutin terkait gangguan kejiwaan yang dideritanya.

“Korban tercatat sebagai pasien ODGJ yang rutin berobat di puskesmas maupun bidan desa setempat. Selama ini, korban diketahui hanya tinggal berdua dengan ibunya,” tambah Kapolsek.

Saat ini, barang bukti berupa tali tampar plastik dan pakaian korban telah diamankan oleh petugas. Setelah proses visum luar selesai, jenazah SU diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Meski demikian, polisi tetap melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi guna melengkapi berita acara pemeriksaan.

No More Posts Available.

No more pages to load.