Pacitanku.com, PRINGKUKU — Tebing megah Pantai Watu Bale di Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, kini menjadi ruang pelipur lelah sekaligus lokasi favorit wisatawan untuk ngabuburit pada bulan Ramadan.
Hanya dengan tiket masuk Rp10.000, pengunjung dapat merasakan ketenangan batin sembari menatap hamparan Samudra Hindia dan pesona matahari terbenam dari atas karang raksasa.
Destinasi yang beroperasi sejak 2021 ini menawarkan pengalaman spiritual dan emosional yang berbeda dari pantai pada umumnya.
Nama Watu Bale sendiri diambil dari bahasa Jawa yang berarti batu berbentuk balai atau rumah.
Siluet batu karang raksasa yang menjorok ke laut ini seolah menjadi tempat bernaung yang teduh, berpadu dengan deburan ombak besar khas pantai selatan yang menciptakan panorama dramatis nan menyentuh hati.

Meski ikon jembatan gantung yang membentang di atas karang saat ini masih ditutup sementara demi keamanan dan proses renovasi, antusiasme pengunjung tidak surut.
Keindahan alam yang tersaji tetap menjadi penghibur mumpuni setelah seharian berpuasa.
“Sekarang jembatannya memang belum bisa dipakai. Biasanya pengunjung foto-foto di sekitar area jembatan saja,”kata Intan, salah seorang pengunjung Pantai Watu Bale.
Pantai ini memang tidak dirancang sebagai area berenang, melainkan ruang untuk merenung, bersantai, memancing, dan merajut kedekatan bersama keluarga maupun sahabat.
Angin laut yang sejuk dan suara ombak menghadirkan harmoni alam yang membuat waktu menunggu azan Magrib terasa begitu singkat.
“Biasanya orang ke sini memang cuma buat foto-foto sama mancing,”ungkap Maya.
Bagi pengunjung yang ingin mencari ketenangan senja, Pantai Watu Bale dapat diakses dari arah Ngadirojo menuju timur.
Meski jalan menanjak dan berliku, lelah akan terbayar lunas saat tiba di lokasi.
Fasilitas penunjang seperti area parkir, toilet, musala untuk ibadah salat Magrib, hingga warung telah tersedia untuk melengkapi kenyamanan momen berbuka puasa di alam terbuka.












