Pacitanku.com, PACITAN – Suasana khidmat dan haru menyelimuti prosesi Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pacitan ke-281 yang digelar di Pendopo Kabupaten, Kamis (19/2/2026). Nuansa jawa mataraman terlihat dalam kirab prosesi
Dalam perayaan yang bertepatan dengan awal Ramadan ini, Pemerintah Kabupaten Pacitan tidak hanya mengusung semangat kemuliaan, namun juga memberikan penghormatan tertinggi bagi tokoh “tak terlihat” yang berjasa bagi sejarah bangsa, serta meluncurkan terobosan pendidikan karakter bertajuk “Sekolah Sak Ngajine”.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dalam sambutannya mengangkat tema “Pacitan Binraja Ing Kamulyan”. Tema ini membawa doa dan harapan agar masyarakat Pacitan senantiasa dalam keadaan tata tentram kerta raharja, serta bahagia mulia lahir dan batinnya.
Sisi paling menyentuh dalam prosesi tahun ini adalah saat Bupati menyerahkan piagam penghargaan kepada ahli waris dua tokoh legendaris asal Pacitan.
Penghargaan diberikan kepada Almarhum Bapak Sudirno, sosok seniman dari Desa Petung Sinarang, Kecamatan Bandar, yang merupakan pengukir dan pencipta gambar pada mata uang kertas Republik Indonesia.
Penghargaan kedua diberikan kepada Almarhum Bapak Kartosemito dari Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, yang merelakan rumahnya menjadi Markas Gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman.
“Ini adalah wujud apresiasi atas jasa-jasa mereka terhadap daerah dan negara. Di masa depan, semoga ini bisa menjadi teladan bagi warga lainnya, utamanya generasi muda, untuk mengangkat derajat Kabupaten Pacitan,” kata Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji.
Selain menghargai masa lalu, Bupati juga menatap masa depan dengan meluncurkan integrasi Madrasah Diniyah (Madin) ke dalam sekolah formal melalui program “Sekolah Sak Ngajine”.
Dalam konsep ini, pelajaran agama dimasukkan ke dalam jadwal pembelajaran reguler layaknya mata pelajaran umum.
“Tujuannya menjadi benteng supaya para siswa mendapat pendidikan agama yang lebih banyak. Ini demi membentuk akhlak dan tata krama siswa agar lebih baik, tidak luntur tergerus arus modernisasi dan budaya asing,” tegas Bupati.
Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat untuk bersinergi.
Ia berharap momentum usia ke-281 tahun ini menjadi titik tolak Pacitan yang kuncara (terkenal) dan maju, di mana warganya hidup tentram dengan kebutuhan yang tercukupi.
“Semoga Gusti Allah SWT mengabulkan segala doa kita semua. Selamat memperingati Hari Jadi Kabupaten Pacitan. Pacitan Binraja Ing Kamulyan,”pungkasnya.










