Kado Spesial Hari Jadi ke-281 Pacitan: Berbalut Budaya Jawa, Bupati Aji Gagas ‘Sekolah Sak Ngajine’ untuk Bentengi Akhlak Generasi Muda

oleh -1033 Dilihat
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengenakan baju blarang saat prosesi Hari Jadi Pacitan ke-281.
Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, mengenalkan program pembentukan karakter 'Sekolah Sak Ngajine' di sela-sela kemeriahan prosesi adat Hari Jadi ke-281 Kabupaten Pacitan di Pendopo Tumenggung Mas Djogokarjo, Kamis (19/2/2026). (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Di tengah megahnya perayaan Hari Jadi ke-281 Kabupaten Pacitan di Pendopo Tumenggung Mas Djogokarjo, Kamis (19/2/2026), Bupati Indrata Nur Bayuaji menyoroti pentingnya menjaga moral generasi muda dari arus modernisasi.

Lewat acara yang kental dengan nuansa budaya Jawa tersebut, ia resmi mengenalkan program integrasi pendidikan “Sekolah Sak Ngajine” sebagai benteng tata krama anak-anak Pacitan.

Baca juga: Puncak Prosesi Hari Jadi Pacitan, Bupati Pacitan Muliakan Pelukis Uang RI dan Saksi Sejarah Gerilya

Bupati yang akrab disapa Mas Aji ini menegaskan bahwa pembangunan daerah harus sejalan dengan pembangunan karakter generasinya. Oleh karena itu, pendidikan agama dan budaya lokal harus ditanamkan sejak dini.

“Program integrasi pendidikan ‘Sekolah Sak Ngajine’ tujuanipun (tujuannya) untuk menjadi benteng bagi anak-anak Pacitan untuk membentuk akhlak dan tata krama. Harapannya tidak luntur dengan budaya luar dan kemajuan zaman,” ujar Bupati Aji dalam sambutannya.

Perayaan hari jadi tahun ini mengusung tema Pacitan Bin Raja Ing Kamulyan yang bermakna harapan agar masyarakat senantiasa tenteram dan sentosa secara lahir batin.

Rangkaian acara puncak berlangsung khidmat dengan gelaran kirab Bupati beserta istri yang melintasi karpet merah, diiringi alunan gamelan dan penampilan tari Bedhayan serta tarian kolosal.

Momen perayaan ini juga bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Oleh karena itu, Bupati Aji mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai momentum ini secara mendalam.

“Bersamaan dengan bulan Ramadan, segenap pemerintah mengucapkan selamat menunaikan ibadah Ramadan dengan harapan dapat selesai selama sebulan dan memaknai bulan Ramadan,” tambahnya.

Seluruh tamu undangan yang hadir, mulai dari Wakil Bupati, mantan kepala daerah, Ketua DPRD, hingga jajaran Kepala Perangkat Daerah, tampak kompak mengenakan baju blarang.

Busana ini kini telah resmi ditetapkan sebagai pakaian daerah khas Pacitan.

Di akhir sambutannya, Bupati melantunkan sebuah tembang Jawa sebagai bentuk penutup yang syahdu dan penuh makna.

“Sebagai wujud rasa syukur yang mendalam dari seluruh masyarakat Kabupaten Pacitan karena telah mampu melaksanakan amanah warga dengan menggelar peringatan Hari Jadi yang ke-281,”tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.