Parade Kasidah Rebana Pacitan Hidupkan Denyut Nadi UMKM

oleh -165 Dilihat
Suasana humanis dan meriah saat warga serta pelaku UMKM memadati halaman DPRD Pacitan dalam acara Parade Aspirasi Qosidah Rebana.
Kemeriahan malam minggu di halaman Kantor DPRD Pacitan, Sabtu (14/2/2026). Acara Parade Aspirasi Qosidah Rebana tidak sekadar menjadi hiburan religi, tetapi juga membawa berkah kesejahteraan bagi pelaku UMKM lokal. (Foto: Tatik Dwi/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN — Lantunan selawat dan tabuhan rebana di halaman Kantor DPRD Pacitan pada Sabtu (14/2/2026) malam, tak hanya menghidupkan syiar religi menyambut Hari Jadi ke-281 Pacitan, tetapi juga meneteskan berkah kesejahteraan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Memasuki hari ketiga pelaksanaan Parade Aspirasi Qosidah Rebana, antusiasme warga tampak membeludak.

Baca juga: Maknai HUT Ke-281, Ketua DPRD Pacitan Ajak Masyarakat Raih Kebahagiaan Batin Lewat Festival Rebana

Sebanyak enam grup kasidah tampil dengan totalitas tinggi, menyuguhkan harmoni suara dan gerak yang memukau dewan juri.

Alhasil, pelataran gedung wakil rakyat tersebut sukses menjelma menjadi magnet hiburan malam minggu yang menyatukan berbagai kalangan, dari yang muda hingga dewasa.

Di balik kemeriahan panggung, denyut nadi perekonomian warga kecil berdetak kencang.

Ramainya ribuan pengunjung membawa limpahan rezeki bagi para pedagang yang sigap memanfaatkan momentum di sekitar area acara.

Baca juga: Gedung Wakil Rakyat Jadi Lautan Selawat, DPRD Pacitan Ajak Warga Dinginkan Suasana Lewat Tabuhan Rebana

Ibu Mustika, pemilik usaha kuliner “Mamels”, dengan mata berkaca-kaca tak kuasa menutupi rasa syukurnya atas konsistensi penyelenggaraan acara yang memihak rakyat kecil ini.

“Alhamdulillah, setiap tahun Mamel ikut di sini jadi merasakan dampaknya. Alhamdulillah, barakallah. Terima kasih Bapak-bapak DPRD telah memberikan tempat di sini,”kata Mustika penuh haru.

Kebahagiaan dan semangat yang sama juga terpancar dari raut wajah para peserta lomba. Cahyo Andrea, salah satu perwakilan grup rebana, menyebut panggung ini sebagai wujud cinta dan dedikasi warga terhadap tanah kelahirannya.

“Kami semangat dalam menyongsong hari jadi Pacitan. Karena ini juga dikaitkan dengan hari jadi Pacitan, kami antusias untuk mengikuti lomba ini,”jelas Cahyo.

Melalui perpaduan syiar budaya islami dan kepedulian terhadap ekonomi kerakyatan, Parade Aspirasi Qosidah Rebana membuktikan diri bukan sekadar acara seremonial.

Ajang ini diharapkan terus menjadi tradisi yang mengakar, merawat silaturahmi, dan menyejahterakan masyarakat Pacitan.

No More Posts Available.

No more pages to load.