Inovasi Unik Museum Song Terus Pacitan, Ratusan Warga Antusias Ikuti Senam Massal Bergaya Manusia Prasejarah

oleh -626 Dilihat
Kegiatan olahraga edukatif, senam Prehistofit Museum Song Terus, memadukan kebugaran jasmani dengan inspirasi kehidupan manusia prasejarah. (Foto: Putri Zetha/Pacitanku)

Pacitanku.com, PUNUNG-Upaya kreatif Museum Song Terus di Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, dalam mengenalkan nilai-nilai sejarah sukses menarik perhatian ratusan warga melalui gelaran perdana senam massal bertajuk Prehistofit pada Jumat (13/2/2026) pagi.

Kegiatan olahraga edukatif yang memadukan kebugaran jasmani dengan inspirasi kehidupan manusia prasejarah ini mendapat sambutan luar biasa hingga jumlah pesertanya membeludak melampaui target awal panitia penyelenggara.

Kepala Unit Museum Song Terus, Haris Rahmanendra, menjelaskan bahwa inovasi program publik tersebut tidak sekadar mengajak masyarakat untuk hidup sehat di area terbuka.

Acara ini dikemas secara khusus agar edukasi mengenai kehidupan masa lampau dapat diserap oleh warga melalui cara yang interaktif, menyenangkan, dan mudah diingat.

“Prehistofit adalah program publik yang inovatif. Selain untuk kesehatan, juga sebagai sarana promosi dan edukasi museum. Jadi masyarakat tidak hanya sehat, tetapi juga mendapatkan nilai sejarah melalui gerakan senam yang dikurasi dari unsur prasejarah,”kata Haris saat memberikan keterangan resmi.

Haris menambahkan bahwa pelaksanaan perdana ini sejatinya menjadi langkah awal untuk mengukur respons masyarakat terhadap program interaktif museum.

Kendati baru pertama kali diperkenalkan, daya tarik senam unik ini terbukti sangat kuat.

Berdasarkan data resmi panitia, jumlah peserta yang memadati halaman museum mencapai sekitar seratus dua puluh orang, melonjak drastis dari kuota awal yang hanya disiapkan untuk tiga puluh orang.

Penanggung jawab kegiatan, Ambar, menceritakan bahwa gagasan Prehistofit murni lahir dari tekad untuk menyelaraskan aktivitas publik dengan identitas utama Museum Song Terus sebagai pusat pelestarian warisan prasejarah di Pacitan.

“Kita ini museum prasejarah, lalu bagaimana kalau senam dengan gerakan seperti manusia prasejarah. Harapannya warga selain sehat tubuhnya, juga ingat sejarahnya,” tuturnya penuh semangat.

Peserta Senam Massal Prehistofit Museum Song Terus. (Foto: Putri Zetha/Pacitanku)

Senada dengan hal tersebut, penanggung jawab lainnya, Endah, mengaku sangat bersyukur atas lonjakan partisipasi warga yang jauh melampaui prediksi jajaran panitia.

“Antusiasnya sangat luar biasa. Untuk kegiatan yang baru pertama kali diadakan, jumlah pesertanya melebihi ekspektasi kami,” ungkapnya.

Keberhasilan acara yang digelar tepat di pelataran yang berdekatan dengan Situs Gua Song Terus ini juga didukung oleh kondisi cuaca cerah.

Tantangan konsep luar ruangan berhasil diatasi sehingga seluruh rangkaian gerakan senam dapat diikuti warga dengan lancar dan aman.

Melalui kesuksesan Prehistofit perdana ini, pihak pengelola membuktikan bahwa edukasi pelestarian masa lalu dapat dibalut dengan gaya hidup masa kini.

Ke depannya, museum berharap kegiatan ini dapat ditetapkan sebagai agenda rutin berkelanjutan guna mempertebal rasa cinta serta kebanggaan masyarakat lokal terhadap kekayaan situs sejarah di lingkungan mereka.

No More Posts Available.

No more pages to load.