Resmi Berdiri, Masjid Muniroh IPHI Pacitan Jadi Pusat Baru Pendidikan Al-Qur’an

oleh -189 Dilihat
Suasana peresmian Masjid Muniroh Hamad Al-Salim bantuan WAMY di Kelurahan Ploso, Pacitan, dengan warga dan tokoh masyarakat berkumpul di depan pintu masuk bangunan masjid berwarna putih dengan aksen oranye dan atap hijau.
Warga dan tokoh masyarakat menghadiri peresmian Masjid Muniroh Hamad Al-Salim di Kelurahan Ploso, Kabupaten Pacitan, Kamis (5/2/2026). Masjid yang dibangun melalui kolaborasi dana bantuan World Assembly of Muslim Youth (WAMY) dan swadaya masyarakat ini diharapkan dapat berfungsi optimal sebagai pusat kegiatan keagamaan menyambut bulan suci Ramadan. (Foto: Dok. Istimewa)

Pacitanku.com, PACITAN – Kehadiran sarana ibadah yang memadai di Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan kini semakin lengkap seiring dengan peresmian Masjid Muniroh IPHI Pacitan yang merupakan bantuan World Assembly of Muslim Youth (WAMY).

Peresmian bangunan yang terletak di RT 01 RW VIII Kelurahan Ploso, Kabupaten Pacitan tersebut dilakukan secara langsung oleh Direktur WAMY Indonesia, KH Aang Suwandi dan turut dihadiri Bupati Pacitan periode 2011-2016 dan 2016-2021 Indartato.

Peresmian masjid tersebut digelar pada Kamis (5/2/2026) dan ditargetkan berfungsi optimal menyambut bulan suci Ramadan mendatang.

Proses pembangunan masjid ini memakan waktu kurang lebih enam bulan dengan pendanaan kolaboratif yang menggabungkan bantuan donatur internasional dan swadaya masyarakat.

Prasasti Masjid Muniroh IPHI Pacitan yang merupakan bantuan World Assembly of Muslim Youth (WAMY). (Foto: Dok. Takmir Masjid for Pacitanku).

Sekitar 60 persen anggaran berasal dari donasi pusat WAMY atas amanah Ibu Munirah Binti Hamid As-Salim dari Arab Saudi, sedangkan sisanya merupakan hasil gotong royong donasi jamaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Pacitan.

Kolaborasi ini menghasilkan bangunan fisik yang kokoh dan nyaman untuk menunjang aktivitas keagamaan warga.

Direktur WAMY Indonesia, KH Aang Suwandi dalam sambutannya menegaskan bahwa kemegahan fisik bangunan bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab untuk memakmurkan masjid.

Alam menitipkan pesan krusial agar keberadaan masjid ini dihidupkan melalui tiga pilar utama, yakni pendirian Madrasah Diniyah dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), pelaksanaan salat lima waktu secara berjamaah, serta kedisiplinan menjaga kebersihan lingkungan agar jamaah merasa nyaman saat beribadah.

“Masjid ini harus hidup. Hidup dengan pendidikan, hidup dengan jamaah, dan hidup dengan kebersihan,” tegas Aang Suwandi di hadapan para jamaah dan tokoh masyarakat yang hadir.

Senada dengan semangat tersebut, Ketua Panitia Pembangunan Masjid, Misranto, tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya karena amanah besar ini dapat diselesaikan tepat waktu meski menghadapi berbagai dinamika di lapangan.

Menurutnya, keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras panitia dan dukungan penuh masyarakat yang ingin memiliki tempat ibadah yang representatif.

“Alhamdulillah, semua tantangan terbayar. Kami bersyukur bisa mengemban amanah donasi dari Ibu Muniroh yang berada di Saudi Arabia, yang disalurkan melalui WAMY,”kata Misranto.

Keseriusan pengelola dalam menjadikan masjid ini sebagai pusat peradaban kecil di Ploso terlihat dari langkah cepat operasionalisasi kegiatan.

Sehari pasca peresmian, masjid langsung digunakan untuk pelaksanaan Salat Jumat perdana dan pembukaan kelas Madrasah Diniyah serta TPA bagi anak-anak lingkungan sekitar.

Selain itu, manajemen masjid telah menunjuk Walil Ainulyakin, seorang penghafal Al-Qur’an dan putra perangkat Desa Ponggok, sebagai imam tetap setelah lolos seleksi kriteria khusus yang mensyaratkan hafalan minimal Juz 30 dan kemampuan dasar berbahasa Arab.

No More Posts Available.

No more pages to load.