Pacitanku.com, SUDIMORO — Wisata Alam Platar Wakidi yang terletak di Desa Pagar Kidul, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, kini mulai menggeliat sebagai destinasi wisata andalan baru yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat.
Objek wisata yang menyuguhkan perpaduan harmonis antara hamparan perbukitan hijau dan panorama laut lepas ini semakin ramai dikunjungi wisatawan lokal, terutama pada akhir pekan, karena menawarkan ketenangan alami sekaligus berpotensi menggerakkan roda perekonomian warga desa tanpa merusak keasrian lingkungan.
Momentum musim penghujan seperti saat ini dinilai sebagai waktu terbaik untuk berkunjung ke Platar Wakidi.
Pada musim ini, pengunjung akan disuguhi pemandangan alam yang memukau berupa hamparan rumput hijau yang tumbuh subur, pepohonan yang asri, serta garis laut selatan yang terlihat jelas dari ketinggian.
Suasana sejuk dan tenang yang tercipta menjadikan lokasi ini sangat cocok bagi masyarakat yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk aktivitas sehari-hari maupun bagi keluarga yang ingin sekadar bersantai menikmati lanskap alam terbuka.
Pesona alam yang otentik tersebut diakui mampu membayar lunas lelahnya perjalanan menuju lokasi. Danang, seorang pengunjung berusia 17 tahun asal Kecamatan Tulakan, mengungkapkan kepuasannya meski harus menempuh medan yang cukup menantang untuk sampai ke puncak.
Menurutnya, keindahan Platar Wakidi yang masih jarang terjamah tangan manusia memberikan pengalaman visual yang berbeda dibandingkan destinasi wisata lainnya.
“Saya sangat tidak kecewa walaupun harus melewati perjalanan yang panjang dan medan jalan yang sulit saat memasuki kawasan Platar Wakidi. Karena langsung disuguhkan dengan pemandangan yang sangat indah, rumput hijaunya sangat luas yang langsung menghadap laut lepas,”kata Danang, Kamis (8/1/2026).
Pengelolaan wisata ini dilakukan secara swadaya dan bertahap oleh masyarakat Desa Pagar Kidul bersama pemerintah desa.
Warga sekitar mengambil peran aktif mulai dari membuka akses jalan, menjaga kebersihan, hingga menyediakan fasilitas pendukung sederhana.
Semangat gotong royong ini didasari harapan agar potensi alam desa dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus pelestarian lingkungan. Salah satu warga setempat menuturkan bahwa inisiatif ini menjadi peluang baru bagi penduduk lokal.
“Dengan adanya wisata Platar Wakidi, warga bisa ikut berperan dalam pengelolaan dan mendapatkan tambahan penghasilan, sekaligus menjaga lingkungan sekitar,” ungkap salah satu warga pengelola.
Hingga saat ini, pengunjung yang datang belum dikenakan biaya masuk alias gratis karena belum adanya fasilitas komersial permanen seperti warung atau bangunan beton.
Oleh karena itu, wisatawan diimbau untuk membawa bekal mandiri, tetap berhati-hati terhadap jalan yang licin saat hujan, tidak adanya tempat berteduh, serta wajib menjaga kebersihan.
Pemerintah desa berharap sinergi antara masyarakat dan pemerintah ini dapat terus mengembangkan Platar Wakidi menjadi ikon wisata unggulan di Kecamatan Sudimoro yang lestari dan menyejahterakan.












