Sambut 2026, Mahasiswa UMPO Ajak Ratusan Pelajar Pacitan Lukis Kanvas 26 Meter di Pancer Dorr

oleh -146 Dilihat
MELUKIS KARYA. Ratusan pelajar dari 14 sekolah di Pacitan menuangkan kreativitasnya di atas kanvas sepanjang 26 meter dalam acara Coastart 2026 di Pantai Pancer Dorr, Rabu (7/1/2026). Kegiatan yang diinisiasi mahasiswa Ilmu Komunikasi UMPO ini mengangkat tema kearifan lokal dan biota laut. (Foto: Febriani Cahyaningtias/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Semangat kolaborasi mewarnai awal tahun 2026 di kawasan wisata Pancer Dorr, Pacitan, saat ratusan pelajar dari berbagai sekolah menengah menuangkan kreativitas mereka di atas satu bentang kanvas raksasa.

Inisiasi bertajuk “Coastart 2026: Jejak Warna di Ujung Selatan” yang digelar oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) pada Rabu (7/1/2026) ini, tidak hanya menjadi ajang ekspresi seni, tetapi juga simbol persatuan generasi muda dalam merawat identitas budaya lokal.

Kegiatan yang berlangsung di bibir pantai ini melibatkan kurang lebih 100 peserta yang berasal dari 14 sekolah di Kabupaten Pacitan.

Sepanjang 26 meter kain putih perlahan berubah menjadi panorama visual yang memukau, menggabungkan elemen batik khas Pacitan, kekayaan biota laut, hingga simbol-simbol ikonik daerah yang dikenal dengan julukan Kota 1001 Gua ini.

Wajah-wajah penuh antusias dan kegembiraan tampak menyelimuti para peserta yang melukis dengan latar belakang deburan ombak pantai selatan, menciptakan suasana hangat dan humanis di lokasi acara.

Salah satu Panitia Coastart 2026, Nadin, menjelaskan bahwa pemilihan panjang kanvas 26 meter memiliki makna filosofis tersendiri sebagai penanda dimulainya tahun 2026 dengan semangat kebersamaan yang baru.

“Kegiatan ini juga terinspirasi dari identitas Kabupaten Pacitan yang sangat kental dengan tokoh seni lukis, termasuk Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),”katanya.

Pihaknya ingin menciptakan sebuah gerakan kolaborasi nyata, bukan sekadar aktivitas melukis individu yang cenderung membosankan, sehingga melalui media kanvas panjang tersebut, siswa-siswi se-Kabupaten Pacitan dapat dipersatukan dalam satu karya besar.

Sebelum kuas menyentuh kanvas, para peserta mendapatkan pembekalan materi intensif dari seniman asal Ponorogo yang berkolaborasi dengan pegiat seni lokal Pacitan.

Sinergi lintas wilayah ini bertujuan memberikan wawasan teknik melukis yang tepat sekaligus mempererat hubungan antarseniman lintas kabupaten.

Nadin menambahkan bahwa acara ini juga menjadi sarana strategis untuk mengenalkan Program Studi Ilmu Komunikasi UMPO secara lebih luas kepada masyarakat, khususnya siswa SMA, agar mereka memahami bahwa ilmu komunikasi tidak hanya sebatas teori, melainkan juga mencakup manajemen acara dan kemampuan menjalin relasi dengan berbagai pihak melalui kegiatan yang menyenangkan.

Pihak panitia berharap aksi seni perdana ini dapat menjadi pemantik bagi para seniman dan komunitas kreatif di Pacitan untuk lebih rutin menggelar perhelatan serupa di masa mendatang.

“Kami berharap agar kolaborasi ini tidak berhenti di sini, melainkan membuka lebih banyak ruang kreatif untuk membangkitkan semangat seni di masyarakat serta memperkuat jejaring antar-komunitas,”pungkasnya.

Aksi “Coastart 2026” ini pun sukses menjadi bukti bahwa seni mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif dalam menyatukan visi generasi muda di ujung selatan Jawa Timur.

No More Posts Available.

No more pages to load.