Pacitanku.com, NGADIROJO — Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pacitan pada awal tahun baru menyebabkan bencana hidrometeorologi yang melumpuhkan akses vital warga.
Sebuah jembatan gantung di Desa Wiyoro, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga miring dan tak bisa dilalui usai diterjang derasnya arus sungai yang meluap pada Kamis (1/1/2026).
Kerusakan infrastruktur penghubung tersebut dipicu oleh debit air sungai yang meningkat drastis akibat curah hujan ekstrem.
Pantauan di lokasi kejadian menunjukkan kondisi jembatan yang cukup memprihatinkan dengan posisi badan jembatan yang miring dan lantai papan yang mengalami pergeseran signifikan.
Tak hanya itu, tumpukan material sampah alam berupa batang kayu besar dan rumpun bambu terlihat tersangkut di tiang-tiang penyangga, menjadi bukti betapa kuatnya hantaman arus banjir yang terjadi pada malam kejadian.
Sutrisno, salah satu warga Desa Wiyoro berusia 45 tahun yang menjadi saksi mata, menuturkan detik-detik menegangkan saat banjir bandang tersebut datang.
Menurutnya, air bah datang secara tiba-tiba pada malam hari setelah hujan tak kunjung reda sejak sore, membawa material yang menghantam struktur jembatan hingga goyah.
“Hujan deras sudah turun sejak sore hari. Pada malam hari air sungai naik sangat cepat dan membawa banyak kayu serta bambu. Tidak lama kemudian jembatan bergoyang dan terlihat miring,”kata Sutrisno menceritakan kronologi kejadian.
Lumpuhnya jembatan gantung ini memberikan dampak besar bagi mobilitas masyarakat setempat. Warga menyebut jembatan tersebut merupakan urat nadi perekonomian dan akses utama pendidikan yang menghubungkan antarwilayah desa.
Putusnya akses ini memaksa warga, mulai dari petani yang hendak mengangkut hasil bumi hingga anak-anak sekolah, harus memutar mencari jalur alternatif dengan jarak tempuh yang jauh lebih lama demi bisa beraktivitas.
Merespons kondisi darurat ini, pemerintah desa setempat telah bergerak cepat melakukan pengecekan awal dan memasang tanda peringatan.
Pihak desa secara tegas mengimbau masyarakat untuk tidak nekat melintasi jembatan karena kondisinya yang labil sangat membahayakan keselamatan.
Koordinasi dengan instansi terkait di tingkat kabupaten juga telah dilakukan guna mempercepat langkah penanganan dan perbaikan infrastruktur vital tersebut.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, warga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan lebat masih mengintai wilayah Pacitan.












