Ngeri, Rumah Juadi Nogosari “Nggawing” Terancam Tanah Longsor

oleh -132.511 views
Longsor yang terjadi di Nogosari, Ngadirojo pada Kamis (23/11/2017) mengancam rumah warga. (Foto: SRW/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, NGADIROJO – Rumah milik Juadi (48) warga RT 29/IV Dusun Pucangpelet, Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo nyaris ambles terancam tanah longsor yang terjadi di kawasan tersebut pada Kamis (23/11/2017) pukul 16.30 WIB. Rumah yang terletak di atas tebing tersebut berada tipis dengan tebing yang mengalami longsor dibawahnya. 

Tak hanya rumah milik Juadi, longsor yang terjadi di Dusun Pucangpaplet, Desa Nogosari, Ngadirojo tersebut juga menutup badan jalan di jalur Ngadirojo menuju Kabupaten Ponorogo melalui Desa Wonokarto, Kecamatan Tulakan.

Informasi yang dihimpun Pacitanku.com dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, kronologi terjadinya tanag longsor tersebut berawal dari hujan dengan intensitas tinggi sejak Kamis pagi.

Hingga akhirny pada Kamis Sore, tebing setinggi 15 meter dan panjang sekitar 10 meter mengalami longsor mengakibatkan badan jalan jalur Lorok – Ponorogo Via Wonokerto tertutup tanah longsoran. Tak ada kerugian personil mapun kerusakan bangunan dalam peristiwa tersebut

Akibatnya, jalur tersebut terputus dan tidak bisa dilakui kendaraan roda empat dan roda dua. Dan sebagai informasi, karena jalan menuju ke Desa Wonokarto, Kecamatan Tulakan bisa melalui jalan alternatif di Ketos Wonokuon, lewat jalur Ngepal dikarenakan jalur Boncangkring ditutup total.

Komandan Kodim 0801/Pacitan Letkol Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang melalui Danramil 0801/07 Ngadirojo Kapten Inf Gatot mengatakan bahwa pasca terjadi tanah longsor tersebut, pihaknya menerjunkan personil untuk melakukan pengecekan dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Anggota Koramil beserta Babinkamtibmas melaksanakan pengecekan ke lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan pihak terkait penanganannya dan membantu memasang rambu-rambu peringatan serta memberikan peringatan kepada warga yang berpotensi terdampak akibat bencana tersebut untuk selalu meningkatkan kewaspadaan karena hujan yang tak kunjung reda karena masih berpotensi terjadinya bencana alam longsor susulan,”jelasnya.

Sementara, Kepala BPBD Pacitan Windarto dalam laporannya mengatakan perlu adanya sosialisasi atau himbauan kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap perubahan iklim dari kemarau ke musim hujan.

“Karena kondisi geografis Pacitan sangat rawan terjadi bencana alam karena daerahnya pegunungan., kami juga koordinasi dengan PU Bina Marga. Pacitan, dan TIM TRC sudah melakukan pengecekan di lapangan,”katanya. (SRW/BPBD/RAPP002)