Pacitanku.com, PACITAN — Masa libur dalam rangka perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, denyut nadi perekonomian di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kabupaten Pacitan mulai menunjukkan tren positif yang menggembirakan.
Para pelaku usaha, khususnya di bidang kuliner dan pedagang minuman es teh, mengaku optimistis dapat meraup omzet hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa seiring dengan tingginya mobilitas wisatawan maupun pemudik yang mulai memadati jalan raya sejak awal Desember ini.
Salah satu pelaku usaha yang merasakan dampak signifikan dari lonjakan aktivitas masyarakat tersebut adalah Tiyas Anggrenani, seorang pedagang bakso di Pacitan.
Ia mengungkapkan bahwa volume pembeli di warungnya telah mengalami kenaikan sebesar 40 persen dalam dua pekan terakhir.
Peningkatan permintaan ini memaksanya untuk menambah kapasitas produksi harian guna memenuhi selera konsumen yang didominasi oleh wisatawan yang singgah untuk melepas lapar serta masyarakat lokal.
Tiyas Anggrenani menuturkan bahwa pada hari biasa dirinya rata-rata hanya memproduksi adonan bakso sebanyak 5 hingga 6 kilogram, namun kini angka tersebut merangkak naik secara stabil. Ia berharap tren positif ini akan terus bertahan hingga puncak liburan usai di awal tahun depan.
“Biasanya saya hanya memproduksi 5 sampai 6 kilogram bakso per hari, sekarang sudah mulai ada peningkatan sekitar 10 kilogram per hari. Semoga bisa sampai awal Januari nanti. Kebanyakan para wisatawan yang mampir buat mengganjal rasa laparnya dan dari masyarakat sekitar,”kata Tiyas saat ditemui di warungnya, baru-baru ini.
Angin segar ini tidak hanya dirasakan oleh pedagang makanan berat, tetapi juga para penjual es teh di pinggir jalan provinsi.
Meningkatnya arus lalu lintas menuju destinasi wisata populer di Pacitan menjadi berkah tersendiri bagi pedagang kecil yang menjajakan pelepas dahaga tersebut.
Guna menyambut puncak kedatangan pemudik yang diprediksi terjadi pada malam pergantian tahun, para pelaku UMKM telah menyiapkan sejumlah strategi matang, mulai dari mengamankan stok bahan baku sejak dini untuk menghindari lonjakan harga pasar, melakukan inovasi menu baru, hingga memperluas layanan digitalisasi pembayaran menggunakan QRIS demi mempermudah transaksi non-tunai dengan wisatawan.
Pemerintah daerah setempat pun tidak tinggal diam dalam merespons momentum ekonomi ini dengan memfasilitasi ruang pamer bagi produk UMKM di titik-titik strategis seperti rest area dan kompleks ruko.
Langkah ini diambil untuk memastikan perputaran uang selama libur akhir tahun tidak hanya mengendap di ritel modern, melainkan turut mengalir deras ke kantong-kantong usaha mikro rakyat.
Meskipun bayang-bayang kenaikan harga komoditas pangan masih menghantui, optimisme para pedagang tetap tinggi untuk menjadikan akhir tahun 2025 sebagai ajang panen raya dan menutup tahun dengan catatan keuntungan yang manis.












