Inovasi Augmented Reality Antarkan Guru SD Pacitan ini Raih Terbaik 1 GTK Transformatif Jatim 2025

oleh -955 Dilihat
Khrisna Adhi Pradana, Guru SD Pacitan, Raih Terbaik 1 GTK Transformatif Jatim berkat inovasi Augmented Reality (AR). Inovasi ini mengubah materi abstrak IPAS menjadi objek 3D interaktif, membuat pembelajaran lebih nyata dan memicu eksplorasi siswa. (Foto: Dok. Khrisna Adi Pradana/Dokpri)

Pacitanku.com, SURABAYA – Dunia pendidikan Jawa Timur kembali menorehkan prestasi gemilang setelah Khrisna Adhi Pradana, seorang guru Sekolah Dasar (SD) dari Arjowinangun, Kabupaten Pacitan, berhasil meraih penghargaan Terbaik 1 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Transformatif kategori Guru SD tingkat Provinsi Jawa Timur.

Penghargaan ini diberikan oleh Balai Besar Guru Penggerak (BBGTK) Jawa Timur dalam rangkaian Anugerah Apresiasi GTK 2025 yang diselenggarakan di Morazen Hotel, Surabaya, pada 5–7 November 2025, sekaligus menyemarakkan Hari Guru Nasional 2025.

Berkat kemenangan ini akhirnya mengantarkan Khrisna mewakili Jawa Timur ke ajang tingkat nasional.

Kunci utama yang mengantarkan Khrisna meraih penghargaan bergengsi ini adalah pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Augmented Reality (AR) untuk mata pelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial).

Menurut Khrisna yang sehari-hari mengajar di SDN Arjowinangun Kecamatan Pacitan, inovasi ini diterapkan untuk mengatasi tantangan materi abstrak.

“Keunggulan utamanya adalah kemampuan untuk mengubah materi abstrak yang sangat luas menjadi objek 3D interaktif yang dapat dilihat langsung oleh siswa. Hal ini secara drastis meningkatkan visualisasi materi, membuat pembelajaran menjadi lebih nyata, menarik, dan mudah dipahami,”kata Khrisna Adhi Pradana, saat dikonfirmasi Pacitanku.com, Sabtu (8/11/2025) di Pacitan.

Penghargaan yang menekankan aspek “Transformatif” ini diterjemahkan Khrisna sebagai pergeseran paradigma dari pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher-centered) menjadi berpusat pada siswa (student-centered).

Pendekatan ini mendorong siswa aktif bereksplorasi dan belajar sesuai gaya mereka, yang sejalan dengan penekanan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, mengenai pengembangan diri berkelanjutan.

Khrisna, yang kini fokus mempersiapkan diri untuk Apresiasi GTK tingkat nasional, menerapkan strategi pengembangan diri berkelanjutan melalui tiga pilar, yakni aktif dalam Komunitas Belajar (KKG), pemanfaatan Teknologi Digital (AR dan AI), dan penerapan setiap ilmu baru menjadi proyek inovasi langsung di kelas.

“Setiap ilmu baru yang didapat, saya coba terapkan langsung menjadi proyek inovasi di kelas,”ungkapnya.

Khrisna juga menambahkan bahwa proses trial and error dalam proyek tersebut adalah mesin utama untuk terus belajar.

Sebagai perwakilan dari Pacitan, Khrisna berharap praktik baik ini dapat menjadi inspirasi nasional. Ia melihat perannya adalah menjadi bukti nyata bahwa inovasi transformatif bisa lahir dari mana saja, sekaligus memperkuat citra “Jawa Timur adalah gudangnya guru-guru Indonesia hebat”.

Khrisna menargetkan praktiknya dapat didokumentasikan dan menjadi bahan workshop nasional yang dapat diakses oleh guru-guru di seluruh Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.