Pacitanku.com, PACITAN – Memasuki Oktober 2025, curah hujan di Kabupaten Pacitan mulai meningkat, menandai masa pancaroba dengan perubahan cuaca yang cepat.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan diri guna mencegah penyebaran berbagai penyakit yang rentan terjadi selama musim ini.
Kepala Dinkes Pacitan, Daru Mustiko Aji, menyatakan bahwa perubahan musim dari kemarau ke penghujan atau sebaliknya perlu disikapi serius dari sisi kesehatan.
Ia menjelaskan, cuaca yang tidak menentu, ditandai dengan angin kencang dan curah hujan tinggi, memberikan peluang tinggi bagi penyakit untuk menyebar lebih cepat.
“Dengan mulainya pergantian musim dari musim kemarau ke musim penghujan atau sebaliknya yang sering kita sebut musim pancaroba banyak hal yang perlu disikapi terutama dari sisi kesehatan,” ujar Daru Mustiko Aji.
Penyakit-penyakit tersebut, lanjutnya, mudah menyebar terutama bagi masyarakat yang sedang dalam kondisi tidak fit atau kurang disiplin dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Ada tiga jenis penyakit utama yang harus diwaspadai yang pertama adalah flu, yang ditandai dengan demam, nyeri tenggorokan, gangguan penciuman, hingga sesak napas.
Kemudian yang kedua adalah Demam Berdarah Dengue (DBD), yang diakibatkan oleh perkembangbiakan nyamuk dan kurangnya kewaspadaan masyarakat dalam menerapkan 3M Plus (Menutup, Menguras, dan Mendaur Ulang).
“Waspada juga ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), seperti bronkitis, pilek, influenza, dan batuk, sehingga Dinkes Pacitan mengimbau masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh, meningkatkan kebersihan lingkungan, dan aktif memberantas sarang nyamuk untuk menekan potensi penularan penyakit di musim pancaroba ini,”pungkasnya.










