DBD di Pacitan Tembus 364 Kasus, Dinkes Ingatkan Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

oleh -480 Dilihat
Kadinkes Pacitan Daru Mustiko Aji
Kadinkes Pacitan Daru Mustiko Aji. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN –  Penyebaran nyamuk aedes aegypti di Kabupaten Pacitan merebak. Saat ini, jumlah warga yang terpapar demam berdarah dengue (DBD) dan demam dengue (DD) menembus 364 kasus selama tahun 2024.

“Pemantauan kasus DBD selama bulan Januari sampai Mei 2024 terpantau sejumlah 364 pasien, dan pergerakan angka kasus per bulan menunjukkan angka DBD sejak bulan Januari mengalami kenaikan, dan angka tertinggi ada pada bulan April 2024 sejumlah 154 kasus,”kata Kepala Dinkes Pacitan dr Daru Mustikoaji dalam keterangannya, Jumat (7/6/2024) di Pacitan.

Baca juga: DPRD Minta Pemkab Optimal Atasi DBD, Lakukan Langkah Preventif Sebagai Mitigasi

Untuk data dengan jumlah kasus tertinggi, kata dr Daru, adalah di wilayah Puskesmas Tegalombo, Donorojo dan Pacitan.

Meski sempat mengalami tren kenaikan kasus, khususnya di bulan April 2024, dr Daru mengatakan tren kini semakin menurun. Setidaknya berdasarkan catatan bulan Mei 2024.

“Tren kasus DBD menunjukkan penurunan yang sangat drastis pada bulan Mei 2024 yaitu diangka 54 kasus,”tandasnya.

Tren penurunan tersebut menjadi satu kabar melegakan. Karena menurut dr Daru, berdasarkan catatan angka tertinggi kasus DBD  telah terlampaui pada bulan April. “Dan diharapkan akan terus melandai,”harapnya.

Meski kasus semakin melandari, dr Daru berharap kewaspadaan terhadap bahaya DBD tetap harus ditingkatkan.

Salah satu yang efektif, kata dr Daru, adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara serentak.

“Kami berharap semua wilayah untuk tetap mensegerakan PSN secara serentak dan kepada masyarakat untuk segera melakukan pengobatan apabila memiliki keluhan maupun gejala awal demam berdarah,”ungkapnya.

Karena, kata dia, dengan pemberantasan sarang nyamuk ini diharapkan tidak akan ada nyamuk Aedes Aegypti betina dewasa yang dapat berkembang biak, sehingga siklus hidup nyamuk tersebut dapat diputuskan.

“Selain pemberantasan sarang nyamuk, membiasakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan mengkonsumsi makanan dengan menu seimbang dan istirahat yang cukup serta berolah raga teratur akan meningkatkan imunitas tubuh,”paparnya.

Dengan PHBS, imbuh dr Daru, jika terdapat virus DBD yang secara tidak sengaja masuk ke dalam tubuh, maka tubuh sudah memiliki pertahanan diri atau imunitas yang kuat.

Selain itu, kata dia, pemeriksaan sedini mungkin ketika mendapati gejala – gejala yang mengarah ke kondisi DBD perlu ditingkatkan, terutama pada kasus anak-anak.

Misalnya, kata dr Daru, gejala DBD adalah panas tinggi yang tidak turun dengan penurun panas dalam waktu 3 hari, sakit kepala, nyeri perut, mual dan muntah.

“Apabila masyarakat mendapati gejala-gejala tersebut segera untuk memeriksakan diri ke Puskesmas untuk segera dapat dilakukan penegakan diagnose dan bisa mendapatkan pengobatan dan tata laksana sedini mungkin,”jelasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.