Ngadirojo Pacitan Peringati HUT ke-80 RI dengan Pertunjukan Reog Kolosal

oleh -134 Dilihat
Memperingati HUT ke-80 RI, Kecamatan Ngadirojo menggelar pertunjukan Reog kolosal yang meriah! warga tumpah ruah di Lapangan Ngadirojo, menyaksikan penampilan memukau dari empat grup reog terbaik. (Foto: Resi Wulandari/Pacitanku)

Pacitanku.com, NGADIROJO – Suasana semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kecamatan Ngadirojo, Pacitan, terasa begitu istimewa dengan digelarnya pertunjukan kesenian Reog di Lapangan Ngadirojo.

Acara yang berlangsung selama dua hari ini, sejak Minggu (17/8/2025) hingga Senin (18/8/2025) ini menarik perhatian warga, membuktikan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya lokal.

Pertunjukan kolosal ini menampilkan empat grup reog terbaik dari perwakilan desa se-Kecamatan Ngadirojo.

Mereka adalah Grup Manggolo Budoyo dari Desa Cangkring, Grup Singo Mudho Budoyo dari Desa Hadiwarno, Grup Singo Kridho Budoyo dari Desa Wiyoro, dan Grup Sido Dadi Sukomoro dari Desa Ngadirojo.

Masing-masing grup menampilkan aksi memukau yang berhasil membuat penonton terpana dengan gerakan dan musik tradisional yang khas.

Kemeriahan semakin memuncak pada hari kedua dengan kehadiran atraksi istimewa kentong pongge dari Ponorogo.

Penampilan ini menjadi daya tarik utama dan disambut antusias oleh para penonton yang memadati area pertunjukan.

Sinta, salah seorang penonton, mengaku sangat gembira bisa menyaksikan langsung pertunjukan langka tersebut.

“Di hari kedua ini saya sangat antusias karena ingin menonton kentong pongge. Rasanya luar biasa bisa melihat langsung kesenian ini,” tutur Sinta dengan penuh semangat.

Ia menambahkan bahwa acara seperti ini harus terus dilestarikan.

“Saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilestarikan. Selain hiburan, acara ini juga menjadi sarana untuk mengembangkan bakat generasi muda agar tetap mencintai kesenian daerah,” jelasnya.

Antusiasme yang tinggi dari masyarakat Ngadirojo ini menjadi harapan besar agar tradisi kesenian reog dan pentas budaya lainnya dapat semakin digalakkan di masa mendatang.

Hal ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana untuk menjaga dan mewariskan kekayaan budaya bangsa kepada generasi penerus.

No More Posts Available.

No more pages to load.