Pacitanku.com, PACITAN – Jumat (25/7/2025) menjadi tonggak penting bagi Kepolisian Resor (Polres) Pacitan dalam merajut kedekatan dengan masyarakatnya.
Melalui terobosan yang mengedepankan kolaborasi dan inovasi, Polres Pacitan resmi meluncurkan dua program berbasis komunitas, yakni Kopling Bolo Bhabin dan SIM Bolo.
Kedua program ini dirancang untuk mempererat hubungan antara aparat kepolisian dan warga desa, sekaligus mempermudah akses masyarakat terhadap pelayanan publik yang esensial, khususnya terkait persoalan sosial dan akses perizinan berkendara.
Baca juga: Patahkan Stigma Sulitnya Ujian SIM, Polres Pacitan Luncurkan Program Pendampingan “Simbolo Bhabin”
Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, menjelaskan bahwa Kopling Bolo Bhabin merupakan adaptasi dari program Kopi Keliling atau Kopling yang digagas Ditbinmas Polda Jawa Timur pada Juni 2025.
Di Pacitan, program ini diperkaya dengan penambahan kata “bolo” yang bermakna “kawan”, bertujuan semakin mendekatkan polisi dengan warga di pelosok desa.
Sebanyak 16 anggota Bhabinkamtibmas kini dilengkapi dengan sepeda motor dinas yang dimodifikasi.
Bagian belakang motor mereka dilengkapi kotak kayu praktis berisi kompor portabel, termos, dan aneka camilan, siap berkeliling ke 12 kecamatan.
Dalam implementasinya, Kopling Bolo Bhabin akan menjadi wadah sinergi antara Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan kepala desa.
Mereka akan berdiskusi santai dengan warga sambil menikmati kopi, membahas berbagai permasalahan mulai dari isu kriminalitas hingga persoalan sosial lainnya.
“Harapannya, sambil ngopi, nongkrong bareng, di situ bisa ada diskusi dan problem solving. Agar permasalahan sosial bisa diselesaikan di tingkat desa,” tambah AKBP Ayub.
Selain menyerap aspirasi, para Bhabinkamtibmas juga akan menyosialisasikan program kepolisian, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), serta memberikan edukasi pencegahan kejahatan.
“Ini jembatan antara polisi dan masyarakat. Kami ingin suasananya hangat dan santai, seperti filosofi kopi,”kata Bhabinkamtibmas Polsek Arjosari Brigpol Didin Girang Pramuda.
Selain Kopling Bolo Bhabin, Polres Pacitan juga menggulirkan program SIM Bolo Bhabin yang bekerja sama dengan Satuan Lalu Lintas.
Program ini secara spesifik bertujuan untuk mengatasi rendahnya tingkat kelulusan pemohon SIM di desa karena minimnya persiapan.
AKBP Ayub menuturkan bahwa banyak calon pemohon SIM di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) masih terkejut saat ujian lantaran kurangnya latihan.
“Dengan coaching clinic, para Bhabinkamtibmas akan melatih masyarakat, baik untuk ujian praktik maupun teori,” terang AKBP Ayub.
Bahkan, rute latihan praktik dibuat sama persis dengan lintasan yang digunakan di Satpas. Pelatihan ini sendiri telah diberikan kepada Bhabinkamtibmas selama dua bulan dalam tiga kali pertemuan.
“Insyaallah dengan coaching clinic ini, angka kegagalan bisa diminimalisasi. Animo masyarakat desa juga sangat baik,” harapnya.
Meski demikian, Kapolres menyoroti persoalan masih rendahnya kepemilikan SIM di kalangan warga desa, termasuk banyaknya pelajar yang belum cukup umur namun sudah menggunakan kendaraan bermotor.
“Ini menjadi problem bersama. Kami berharap ada solusi bersama pemerintah. Bagi pelajar yang belum cukup umur bisa menggunakan transportasi publik. Kalau tidak ada, sekolah bisa siapkan kendaraan antar jemput,”pungkas dia.












