DPRD Pacitan Sebut Hari Lahir Pancasila Jadi Momen Emas Perkuat Persatuan dan Amalkan Nilai Luhur

oleh -170 Dilihat
Anggota Komisi I DPRD Pacitan, Ririn Subianti (kiri) bersama Ketua DPRD Pacitan, Arif Setia Budi. (Foto: Nur Azizah/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia merayakan Hari Lahir Pancasila, dasar negara sekaligus panduan luhur dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Peringatan tahun ini, yang mengusung tema nasional ‘Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya’, menjadi pengingat penting akan urgensi pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Anggota Komisi I DPRD Pacitan, Ririn Subianti, menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila (HLP) jauh melampaui sekadar seremoni tahunan.

Menurut perempuan yang akrab disapa Ririn ini, Hari Lahir Pancasila adalah momentum krusial untuk memperkuat semangat persatuan dan kesatuan, serta bagi generasi penerus bangsa untuk merefleksikan dan menginternalisasikan nilai-nilai adiluhung yang terkandung di dalamnya.

“Para pendiri bangsa telah meletakkan dasar negara yang kokoh melalui Pancasila, yang menyentuh seluruh aspek kehidupan. Mulai dari nilai ketuhanan (aqidah), hingga urusan keadilan sosial (muamalah). Baik tentang hubungan anak bangsa dengan Tuhan-Nya (habluminallah) maupun dengan sesama anak bangsa (habluminannas),”ujar Ririn, Minggu (1/6/2025) di Pacitan.

Lebih lanjut, Ririn menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila merupakan jati diri bangsa yang fundamental. Oleh karena itu, menjaga dan mewariskannya kepada generasi mendatang adalah sebuah keniscayaan yang tak bisa ditawar.

Tak hanya itu, legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini meyakini bahwa pengamalan Pancasila secara tulus dan sungguh-sungguh oleh seluruh elemen bangsa dapat menjadi jawaban atas berbagai permasalahan akut yang masih mendera negeri ini.

“Jika nilai-nilai Pancasila itu benar-benar diamalkan oleh seluruh anak bangsa, maka saya yakin, di negeri ini tidak akan ada lagi korupsi, pertikaian antarsuku dan golongan, tawuran antarpelajar, jual beli jabatan, hukum transaksional, dan praktik-praktik serupa,”paparnya.

Sebagai langkah konkret, Ririn berharap agar nilai-nilai Pancasila senantiasa dijadikan sebagai ruh atau inti dari setiap kebijakan pemerintah di berbagai aspek kehidupan. Sektor pendidikan, tegasnya, memegang peranan sentral dalam hal ini.

“Terutama dalam menetapkan kurikulum pendidikan. Apapun nama kurikulumnya, nilai-nilai Pancasila tetap harus menjadi spiritnya,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.