Massa GMNI Gelar Aksi Protes ke KPU Rencana Launching Pilkada Pacitan

oleh -397 Dilihat
Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia atau GMNI Pacitan menggelar aksi di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pacitan, Jalan Veteran nomor 66 Pacitan, Kamis (30/5/2024) siang. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia  atau GMNI Pacitan menggelar aksi di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pacitan, Jalan Veteran nomor 66 Pacitan pada Kamis (30/5/2024).

Aksi ini adalah buntut dari rencan kegiatan launching pilkada Pacitan 2024 yang akan digelar 08 Juni 2024 mendatang yang menghadirkan artis dangdut New Monata.

Baca juga: Dinilai Boros Anggaran, Aktivis Mahasiswa Kritik Seremonial Peluncuran Pilkada Pacitan oleh KPU

Ketua GMNI Pacitan Muhammad Tonis Dzikrullah mengatakan Komisi Pemilihan Umum (KPU)  selaku penyelenggara kegiatan telah melakukan pemborosan anggaran.

Pasalnya sekelas peluncuran pilkada harus menampilkan sejumlah artis dangdut New Monata yang diklaim akan menguras anggaran ratusan juta rupiah.

Pemborosan ini, menurutnya, menandakan rendahnya derajat integritas dan tanggung jawab moral tentang penggunaan uang rakyat.

“Kita bukan menyoroti launching Pilkadanya, tetapi kemasannya yang perlu kita koreksi, disini KPU ceroboh menggunakan anggaran, itu yang kemudian perlu kami tindak lanjuti, kami juga mengajak kepada teman-teman media untuk mengawal,”ujar Tonis.

“Kita beberapa waktu lalu melakukan kajian-kajian, kita pertanyakan apakah bisa menjamin untuk meningkatkan partisipasi pemilih harus dengan dangdutan?,”imbuhnya.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa dengan aparat sempat bersitegang. Aksi saling dorong pagar terjadi antara aparat dan mahasiswa.

Ketua KPU Pacitan Sulis Styorini saat dikonfirmasi memberikan penjelasan terkait rencana sosialisasi Pilkada tersebut. Perempuan yang akrab disapa Rini menyebut anggaran sebesar Rp 175 juta tersebut tidak terfokus pada kegiatan konser dangdut saja.

Akan tetapi sudah mencakup beberapa kegiatan yang lain. Diantaranya penciptaan maskot dan jinggle dan beberapa agenda kegiatan sosialisasi lainnya.

“Dana Rp 175 juta itu bukan hanya kegiatan konser atau dangdutnya, tetapi rangkaian kegiatan besar, sebelumnya kita sudah memulai lomba cipta mascot dan jingle, kemudian juga tidak anya konser dangdutnya saja, ada kegiatan pengajian, kesenian tradisonal, reog ronthek, pagelaran badut sinampurno,”paparnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.