Viral Video Tiktok Warga Mengeluh Soal Jalan Rusak, ini Tanggapan Camat Sudimoro

oleh -Dibaca 2,223 kali
Video tiktok viral warga Sudimoro mengeluh jalan rusak di Dusun Wates Pagerlor. (Foto: tangkapan layar)

Pacitanku.com, SUDIMORO – Warganet Pacitan digegerkan oleh beredarnya video viral di akun tiktok @ciciliapurwan8. Dalam akun tersebut, seorang ibu mengeluh tentang kondisi jalan rusak dan berlumpur di dekat rumahnya di Dusun Wates, Desa Pagerlor Kecamatan Sudimoro.

Pada Minggu (16/10/2022) lalu, akun tiktok yang belakangan diketahui dimiliki oleh Boyati (43) tersebut mengunggah kondisi jalan berlumpur di dekat rumahnya.

Selang sehari kemudian, dia kembali mengunggah video dirinya menggendong anaknya sambil menggunakan jas hujan. Boyati kemudian memanggil sejumlah pejabat Pemerintah agar jalan tersebut diperbaiki.

“Pak lurah, pak bupati, pak camat, pak Presiden Jokowi, tolong kami perbaiki jalan kami pak, kami mau berangkat sekolah harus gendong anakku seperti ini pak, mohon pak, mohon bantu kami bantu perbaiki jalan kami pak, ini kaku harus kependem koyok ngene iki, iki lur koyo ngene lur kahanane lur,”kata Boyati dalam video tersebut.

Hingga berita ini ditulis pada Rabu (19/10/2022), video tersebut sudah ditonton 2,4 juta, disukai 148 ribu, 8426 komentar dan dibagikan sebanyak 5580. Sontak, video tersebut ramai dikomentari oleh warganet dengan tanggapan negatif dan positif.

Boyati menggendong anaknya melewati jalan berlumpur. (Foto: Trinoto for Pacitanku)

Menurut pengakuan Boyati saat ditemui awak media, setiap hari dirinya harus menggendong anaknya, Sicilia saat berangkat dan pulang ke taman kanak-kanak (TK) di kecamatan Sudimoro dengan jarak sekitar 200 meter.

Dari sekolah anaknya, Boyati menitipkan motor di rumah warga. Kemudian berjalan kaki melewati jalan lingkungan. Tiba di jalan berlumpur, dia kemudian menggendong anaknya melewati jalan berlumpur. Dan setelah itu anaknya kembali diturunkan setelah jalannya tidak licin.

Boyati mengaku geram dengan kondisi jalan di lingkungan yang tak kunjung diperbaiki. Hal itu yang menjadikan alasan dirinya yang aktif di media sosial itu kemudian menyampaikan aspirasi melalui media sosial, utamanya tiktok.

“Itu pas kebetulan (merekam) bawa HP, jalannya memang seperti itu bahwa aku itu tiap hari seperti ini, harus gendong anak berangkat sekolah, (kondisinya) sudah (rusak) seperti itu bahkan dari kakek-nenek belum ada perbaikan, saya juga ndak nyangka dan ndak tahu tiba-tiba videonya viral,”kata Boyati.

Lebih lanjut, Boyati mengharapkan jalan tersebut segera diperbaiki. Karena dirinya juga ingin merasakan pembangunan yang layak.

“Harapannya pengen lah diperbaiki jalan ini, bissa merasakan pembangunan yang layak, karena jalan ini ikan untuk keluar, disini ada 7 KK dan 15-16 jiwa, dan ini kan juga jalan untuk ke ngalas (kebun), akses ke pasar dan ke daerah sebelah,”jelasnya.

Tanggapan Camat Sudimoro

Camat Sudimoro mengunjungi Boyati pada Selasa (18/10/2022). (Foto: Trinoto for Pacitanku)

Melihat viralnya video tersebut, jajaran Forkopimca yang terdiri dari Camat Sudimoro Kemal Pandu Pratikna, Anggota DPRD Pacitan Tumardi, Kepala Desa Pager Lor, Kepala Dusun Wates Misrianto dan Ketua RT 31 Suhari berkunjung ke rumah Boyati pada Selasa (18/10/2022) siang untuk melakukan mediasi.

Dari hasil kunjungan tersebut, diketahui meskipun masuk dalam wilayah administrasi RT/RW 31/XIV Dusun Wates, Desa Pegrlor, Kecamatan Sudimoro, rumah Boyati dan 2 rumah tangga lainnya dipisahkan oleh jurang dan sungai.

Usai menemui keluarga Boyati, Camat Sudimoro Khemal Pandu mengatakan bahwa kondisi rumah Boyati berada terpisah dengan pemukiman warga lainnya, sehingga dari skala prioritas, Pemerintah setempat akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang dilewati masyarakat banyak.

“Perlu kita luruskan dulu, yang pertama, perlu dipahami bersama, jika rumah bu boyati berada terpisah dengan pemukiman-pemukiman warga, sehingga tentunya dari sisi kewilyahan kalau kita berbicara terkait prioritas pembangunan, Pemerintah Desa pasti akan memprioritaskan untuk infrastruktur yang dilewati masyarakat lebih banyak,”jelas Kemal.

Yang kedua, kata Khemal Pandu, berdasarkan hasil diskusi dengan keluarga Boyati, ditemukan fakta bahwa Boyati belum menyampaikan aspirasinya melalui forum prosedural.

“Beliau belum menyampaikan aspirasi di tingkat RT dan dusun terus kemudian juga desa, sehingga dari situ akhirnya usulan dari infrastruktur ini juga belum diketahui dan dipahami oleh RT, Kasun dan seterusnya, sehingga kedepan kami mengharakan usulan seperti tolong disampaikan secara prosedural ke tingkat RT, dibawa ke Dusun dan ke Desa,”papar Kemal.

Camat Sudimoro melewati jalan berlumpur di Dusun Wates Pager Lor. (Foto: Trinoto for Pacitanku)

Ketiga, imbuh Kemal, sesuai harapan dari Bupati, jajarannya berupaya semaksimal mungkin mewujudkan pembangunan infrastruktur, karena kita ketahui bersama terjadi bencana COVID-19 sehingga banyak sekali program atau dana refocussing dan diarahkan ke bidang selain infrastruktur.

Kemal juga menyayangkan aksi warga tersebut. Hal itu, kata dia, postingan di media sosial itu bisa ditanggapi beragam oleh warga da dipolitisir. Dia berharap aspirasi disampaikan melalui forum yang ada di wilayahnya.

Jajarannya, kata Kemal, juga akan melakukan rapat sebagai upaya pengerasan jalan, lantaran jalan itu hanya menghubungkan 7 KK di RT itu.

“Terus kami menyarankan kepada pak RT dan keluarga Bu boyati, membawa usulan ini ke hal prosedural, kami juga meminta Bu Boyati meluruskan pemberitaan atau informasi yang telah beredar viral,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.