Harga BBM Naik, Legislator Pacitan Sebut Bisa Timbulkan Dampak Sosial Hingga Tambah Jumlah Keluarga Miskin

oleh -Dibaca 1,048 kali
Anggota Komisi II DPRD Pacitan Ririn Subiyanti. (Foto: Dok. Istimewa)

Pacitanku.com, PACITAN – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pacitan Ririn Subianti turut menyoroti kebijakan Pemerintah yang belum lama ini resmi menaikkan harga sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dengan tegas, legislator perempuan dari Fraksi Gabungan Gerakan Keadilan Pembangunan ini mengatakan dengan menaikkan harga BBM, berarti pemerintah benar-benar sudah tidak lagi mau memahami kondisi yang dialami oleh rakyatnya sendiri.

“Rakyat baru sedikit punya energi untuk bangkit dari pandemi Covid-19, dengan motivasi slogan pemerintah pada peringatan kemerdekaan ke-77 kemarin, pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat, tapi apa artinya ketika rakyat harus menerima kado pahit berupa naiknya BBM yang sungguh bagaikan mimpi di siang bolong,”katanya, Senin (5/9/2022) di Pacitan.

Lebih lanjut, perempuan yang akrab disapa Ririn mengatakan dampak kenaikan BBM akan berdampak domino. Yang pasti, kata dia, adalah kenaikan harga sembako, kenaikan transportasi masal dan dampak-dampak yang lain.

“Termasuk akan menganggu stabilitas UMKM di daerah,”tandas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Di sisi lain, imbuh dia, dengan BLT yang dijanjikan pemerintah justru akan banyak menimbulkan dampak sosial yang rentan terhadap pertikaian antar keluarga miskin.

“Karena dengan naiknya harga BBM ini akan semakin menambah jumlah keluarga miskin di Indonesia. Sementara Bantuan Langsung Tunai (BLT) mungkin dapat menjangkau semua sasaran keluarga miskin baru dampak kenaikan BBM,”paparnya.

Fraksi PKS, katanya, dengan tegas menyatakan bahwa Pemerintah wajib membatalkan kenaikan harga BBM

“Fraksi PKS di DPR RI bersama fraksi PKS di seluruh Indonesia dan atas nama seluruh rakyat Indonesia yang sependapat dengan kami, dengan tegas menyatakan bahwa pemerintah wajib membatalkan kenaikan BBM,”jelas Ririn.

“PKS telah menyampaikan beberapa alternatif solusi sebagai penggantinya, bahkan sejak isu naiknya BBM, PKS tegas menolak, tapi pemerintah seakan tuli dengan suara rakyatnya,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.