Komisi I DPRD Pacitan Apresiasi Penyelenggaraan PAW Pilkades di Pacitan Berjalan Lancar

oleh -Dibaca 1.127 kali
Wakil Ketua Komisi I DPRD Pacitan Arif Setia Budi. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pacitan Arif Setia Budi mengapresiasi penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pengganti Antar Waktu (PAW) di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung berjalan dengan lancar.

“Terkait dengan PAW Kepala Desa, alhamdulillah kalau hari ini satu tempat (Desa Sidomulyo Kebonagung) calonnya tiga syukur alhamdulillah berjalan lancar,”kata pria yang akrab disapa ASB ini, Rabu (23/3/2022) di Pacitan.

Lebih lanjut, ASB mengatakan, sesuai dengan peraturan bupati (Perbup), regulasi tersebut saat dipantau juga sudah berjalan dengan baik.

“Dari keterwakilan 10 persen 439 hadir yang seharusnya 466, tapi yang hadir 439, lha memang ada disitu di tatib, kadang memaknai berbeda, telat 30 menit itu kan sudah pas 30 menit pas sidang itu dibuka, itu kan kemudian pembacaan-pembacaan, kadang persepsi ini perlu ditekankan kembali,”jelasnya.

Selain itu, ASB mengatakan dalam Pilkades PAW, yang perlu ditekankan kembali ketika orang sudah masuk, apabila terjadi draw, dan setelah pemilihan pulang maka hak suaranya hilang.

“Perlu ditekankan lagi untuk paw berikutnya karena bisa menjadi potensi kerawanan konflik kalau tidak disosialisasikan,”tandasnya.

Namun demikian, ASB mengatakan sistem Pilkades PAW di Pacitan sudah bagus sistemnya, salah satunya terkait keterwakilan semua elemen masyarakat.

“Ada perangkat, pak RT, Pak RW itu, tokoh agama, takmir, komplit, syukur alhamdulillah sudah melaksanakan PAW ini,”tandas politikus Partai Demokrat ini.

Pada tahun 2022 ini, ASB mengatakan setidaknya ada 6 kali Pilkades PAW di Pacitan digelar, baik yang sudah terlaksana maupun yang akan dilaksanakan.

“PAW ini pada awalnya di Pagerejo Sudimoro, kemudian di Arjosari, kemudian di Sidomulyo ini, kemudian hari minggu di Sukodono Donorojo, dan mungkin nanti yang menyusul di Desa Gembuk juga akan persiapan PAW Kades, yang sudah terseleggara di Tamanasri Pringkuku, sehingga dalam satu tahun ini ada 6 PAW, semuanya dikarenakan penyebab Kades sebelumnya meninggal dunia semua,”jelasnya.

Memang diakui, kata ASB, ada sejumlah potensi kerawanan konflik dalam Pilkades PAW ini. Salah satunya adalah siapa yang mempunyai hak suara.

“Kita mau ngomong jumlah takmir, ada takmir mushola dan masjid, masak satu RT diambil 3, menentukan jumlah tokoh keagamaan harus hati-hati, kalau tokoh agama itu gak gampang, karena bisa jadi akan diuntungkan yang mushola takmirnya banyak,”ujar dia.

Tak hanya itu, potensi kerawanan yang menjadi perhatian dalam Pilkades PAW, kata ASB adalah netralisasi para perangkat desa.“Netralisasi perlu dijaga juga,”tandasnya.

Meski demikian, ASB mengapresiasi sistem PAW ini cukup bagus karena bisa melakukan sejumlah efisiensi.

“Sistem Pilkades PAW ini bagus, efisiensi anggaran, efisiensi waktu, meminimalisir politik uang, keterwakilan calon meskipun bukan berarti mengkhianati demokrasi, ini demokrasi langsung tapi PAW,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.