Bupati Pacitan Berangkatkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Terdampak Erupsi Semeru

oleh -Dibaca 542 kali
Bantuan kemanusiaan dari Pemkab Pacitan diberangkatkan ke Kabupaten Lumajang pada Sabtu (4/12/2021). (Foto: Tangkapan layar Instagram @inb_indratanurbayuaji)

Pacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji memberangkatkan bantuan kemanusiaan untuk warga Kabupaten Lumajang yang terdampak erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021) malam.

Didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan Didik Alih Wibowo, Bupati Aji mengecek persiapan paket bantuan sebelum diberangkatkan ke Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

“Malam ini saya memberangkatkan bantuan kemanusiaan atas nama masyarakat Kabupaten Pacitan kepada saudara-saudara kita di Kabupaten Lumajang yang terkena dampak Erupsi Gunung Semeru,”kata Bupati Aji, dikutip dari laman instagramnya @inb_indratanurbayuaji, Sabtu malam.

Lebih lanjut, Bupati berharap bantuan yang diberikan bisa bermanfaat dan dapat mengurangi beban masyarakat Kabupaten Lumajang.

“Mari kita saling menguatkan untuk saudara-saudara kita di Kabupaten Lumajang, Semoga semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Amiin,”pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan di Pacitanku.com, Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang ditunjukkan dengan terjadinya guguran awan panas mengarah ke Besuk Kobokan, Desa Sapiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (4/12/2021) pukul 15.20 WIB.

Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan kronologi kejadian yang diamati dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru di Pos Gunung Sawur, Dusun Poncosumo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, getaran banjir lahar atau guguran awan panas tercatat mulai pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter.

“Pada pukul 15.10 WIB, PPGA Pos Gunung Sawur kemudian melaporkan visual abu vulkanik dari guguran awan panas sangat jelas teramati mengarah ke Besuk Kobokan dan beraroma belerang,”kata Abdul, dalam siaran persnya, Sabtu sore.

Selain itu, Abdul mengatakan laporan visual dari beberapa titik lokasi juga mengalami kegelapan akibat kabut dari abu vulkanik.

Catatan yang dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.

No More Posts Available.

No more pages to load.