Tips Merayakan Idul Adha dengan Sehat dan Aman di Masa Pandemi

oleh -Dibaca 396 kali
Foto

Pacitanku.com, PACITAN — Pada hari, Selasa (20/7/2021), kita menyambut Idul Adha. Idul Adha adalah perayaan hari besar setiap umat Islam yang ada di dunia yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Meski dalam keadaan pandemi, momen hari raya juga selalu ditunggu. Utamanya selain disunahkan sholat Idul Adha secara berjamaah, umat islam yang mampu berkurban akan menyembelih hewan kurban diantaranya kambing, sapi, kerbau ataupun unta yang akan dibagi kepada orang-orang yang kurang mampu.

Karena di hari raya Idul Adha banyak orang yang berkurban-daging kurban berlimpah ruah, maka daging sapi, kerbau maupun kambing akan menjadi hidangan utama di setiap keluarga umat muslim. Hampir dapat dipastikan semua umat Islam merasakan nikmatnya hewan kurban.

Dan, banyak sekali varian olahan dari daging kambing, sapi, kerbau, seperti rendang, gulai, sate, sop, dan masih banyak lagi.

Hal ini membuat kebanyakan orang sulit menahan diri untuk menyantap semua hidangan tersebut, karena tentu saja kita tahu betapa lezatnya hidangan hasil olahan daging, bahkan rendang termasuk dalam jajaran kuliner terlezat di dunia. Sehingga kebanyakan orang lupa akan dampak makan terlalu banyak daging, apalagi daging yang diolah dengan santan.

Salah satu dampak dari mengkonsumsi daging merah tersebut adalah kolesterol dan kadar gula menjadi tinggi, akan sangat berbahaya jika yang konsumsi memiliki riwayat darah tinggi, kolesterol tinggi maupun diabetes, dan sebagainya.

Oleh karena itu, Anda harus mengatur pola makan Anda saat Idul Adha agar tetap bisa mengkonsumsi daging tanpa khawatir sakit.

Daging kambing maupun daging sapi merupakan sumber protein hewani yang cukup baik. Protein dari daging ini kita butuhkan untuk pembentukan hormon, enzim, protein darah dan juga untuk mengganti dan memperbaiki sel yang rusak.

Namun terkadang, selain daging kita juga mengosumsi lemak hewan tersebut dan juga termasuk jeroannya seperti hati, otak, paru, usus, limpa dari hewan kurban tersebut.

Jeroan ini mengandung purin yang dapat meningkatkan kadar asam urat kita. Ini yang akan menjadi masalah. Daging yang berasal dari kambing dan sapi memang banyak mengandung lemak jenuh yang bisa meningkatkan kadar kolesterol darah. Selain itu biasanya daging tersebut dibuat gulai dengan menggunakan santan dan kadar garam yang tinggi. Hal ini yang akan menjadi masalah buat sebagian orang.

Selama Idul Adha sebagian masyarakat bisa saja mendapatkan daging yang berlebihan dan jika dikomsumsi dalam waktu pendek tentu juga akan menyebabkan masalah kesehatan.

Dampak langsung bisa saja terjadi sembelit setelah makan daging yang berlebihan. Selain itu jika dikonsumsi berlebihan menjelang tidur maka akan merangsang terjadinya refluks isi lambung sehingga dapat mengganggu tidur.

Jeroan dari kambing atau sapi selain meningkatkan kadar asam urat juga dapat meningkatkan kadar asam urat darah kita. Oleh karena itu juga jangan dikonsumsi secara berlebihan.

Bagi seseorang yang menderita hipertensi, kadar Kolesterol tinggi (dislipidemia), kadar asam urat tinggi (hiperuresemia), penderita kencing manis dan kegemukan, harus ekstra hati-hati dalam mengonsumsi daging kambing atau sapi selama masa hari raya. Bisa saja konsumsi daging yang berlebihan dalam waktu singkat dapat memperburuk kondisi sakitnya.

Ada beberapa tips menyemarakkan hari raya Idul Adha, salah satunya memakan daging kurban agar tetap sehat. Berikut rinciannya

1. Imbangi banyak makan buah dan sayur.

kios buah di pacitan. (Foto : IST)
kios buah di pacitan. (Foto : IST)

Hal ini harus dilakukan dengan manfaat yang bersar, yakni untuk mengurangi efek samping dari makan daging berlebihan. Usahakan membuat hidangan yang terbuat dari sayur saat Idul Adha. Anda juga bisa membuat menu olahan daging dan sayur yang seimbang, seperti memasukkan sayuran seperti tomat, bawang merah, bawang Bombay yang akan mengurangi lemak pada makanan tersebut.

2. Sebaiknya daging di sate/dibakar atau di sop dari pada dibuat gulai

Tahukah Anda? Daging yang dibakar lebih baik daripada yang digoreng, karena lemak akan berkurang saat dibakar dan lebih baik Anda menambahkan bumbu rempah sebelum daging dibakar.

3. Makan daging kambing atau sapi jangan berlebihan

Pembagian daging kurban di Sambong, Arjosari. (Foto : Shultan)
Pembagian daging kurban di Sambong, Arjosari sebelum masa pandemi. (Foto : Shultan)

Ini juga penting, terutama jangan dilakukan dalam waktu singkat, selain itu usahakan jangan makan daging selambat-lambatnya 2 jam sebelum tidur.

Jika Anda mengkonsumsi daging sebelum tidur, maka waspadalah karena hal ini berdampak buruk bagi kesehatan Anda karena makanan akan terdorong ke esophageal sphincter yang menyebabkan kualitas tidur Anda menurun. Baiknya Anda mengkonsumsi 2-3 jam sebelum tidur.

5. Kurangi makanan berlemak lain

Suasana pembagian daging kurban di Kelurahan Pacitan. (Foto : Wasi Prayitno)
Suasana pembagian daging kurban di Kelurahan Pacitan sebelum masa pandemi. (Foto : Wasi Prayitno)

Karena sudah banyak makan lemak melalui daging, maka jangan konsumsi makanan berlemak lainnya, seperti konsumsi coklat dan keju selama sedang mengonsumsi banyak makan daging.

6. Tidak mengonsumsi minuman berkalori tinggi seperti teh manis atau sirup.

Gula Pasir. (Foto: Istimewa)

Sebaiknya sehabis makan dengan daging kambing atau sapi tidak mengonsumsi minuman berkalori tinggi seperti teh manis atau sirup. Minum air putih atau jeruk hangat dapat membersihkan tenggorokan Anda. Jangan banyak mengkonsumsi minuman manis seperti sirup, teh dan kopi.

7. Minum yang cukup 8-10 gelas sehari untuk mencegah sembelit.

Minum air putih.(Foto: freepik.com)

Saat berpesta daging, Anda disarankan untuk banyak minum air putih. Air putih dapat mendorong sisa makanan sehingga tidak menyebabkan sembelit.

8. Tetap melakukan olah raga ringan selama masa hari raya.

Bupati Aji didampingi Wabup Gagarin saat berolahraga di GOR Pacitan pada Jumat (21/5/2021). (Foto: Dok. Humas Pemkab Pacitan)

Ini penting dilakukan agar tubuh tetap seimbang dalam hal kesehatan. Meski Anda sering makan daging, tapi dengan olahraga ringan akan membantu Anda, terutama dalam proses metabolisme.

9. Makan dalam porsi yang kecil atau secukupnya

Makanan tepat berpuasa. (Foto : Alamiilmiah)
Ilustrasi makanan. (Foto : Alamiilmiah)

Jangan mengkonsumsi daging dalam porsi yang besar karena hal ini akan mengakibatkan rasa nyeri dan terasa penuh sehingga makanan Anda kembali ke perut bagian atas dan perut akan terasa begah.

10. Diet dengan Serat

Sayur Tempe Mlanding dan kulit melinjo. (Foto: Dok Pacitanku)

Sayur dan buah-buahan kaya akan serat sehingga mampu membantu mencegah munculnya stretch marks.

Imbangi makan daging Anda dengan makan makanan berserat. Serat akan melancarkan saluran pencernaan Anda dan mencegah terjadinya sembelit. Seseorang yang terlalu mengkonsumsi daging akan susah BAB dan pencernaannya tidak lancer. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengkonsumsi makanan berserat seperti gandum, buah, sayur dan kedelai.

11. Jangan banyak mengkonsumsi makanan pedas

Kombinasi Thiwul dan Kalakan (Dok.Pacitanku)
Kombinasi Thiwul dan Kalakan (Dok.Pacitanku)

Saat Idul Adha, disarankan kurangi konsumsi pedas, namun tak perlu menghentikannya sama sekali.

Jika Anda memilih masakan daging yang pedas saat Adha, hal ini akan membuat perut Anda mules dan akan mengganggu sistem pencernaan di dalam tubuh.

12. Pisahkan lemak daging saat makan hidangan Idul Adha

Foto ilustrasi daging. (Sumber: istimewa)

Ketika akan mengkonsumsi daging, pisahkanlah terlebih dahulu bagian lemak sebelum dihidangkan, karena lemak daging berdampak buruk bagi kesehatan Anda. 

13. Tetap jaga protokol kesehatan

Ilustrasi masker wajah. (Foto: STR/AFP)

Di masa pandemi ini, tentu upaya menyemarakkan hari raya yang paling tepat adalah selalu menjaga dan menaati protokol kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan tidak membuat kerumunan. Merayakan Idul Adha di rumah saja.

Nah demikian tips menikmati Idul Adha dengan bahagia. Walaupun di masa Pandemi, mari rayakan Idul Adha dengan khidmat dan tetap sehat.

Selamat merayakan Idul Adha.

No More Posts Available.

No more pages to load.