Update Corona Pacitan 14 Oktober: Tambah 7 Kasus Positif, Zona Menjadi Orange

oleh -13199 views
Juru bicara tim komunikasi publik satuan gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Pacitan, Rachmad Dwiyanto

Pacitanku.com, PACITAN – Gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) coronavirus disease 2019 (COVID-19) Pemkab Pacitan kembali merilis adanya penambahan jumlah kasus pasien terkonfirmasi COVID-19 dengan penambahan jumlah pasien pada Rabu (14/10/2020) sebanyak 7 kasus.

Juru bicara tim komunikasi publik GTPP COVID-19 Pemkab Pacitan, Rachmad Dwiyanto saat dikonfirmasi Rabu sore, membenarkan adanya penambahan kasus positif COVID-19 di Pacitan.

“Untuk hari ini ada 7 pasien. Yang pertama pada Rabu pagi ada 1 pasien positif dengan KTP di Donorojo, namun berdomisili di Pacitan, ada riwayat perjalanan dari Jakarta,”jelasnya.

Selanjutnya, pada siang harinya, Rachmad mengatakan ada penambahan 6 orang.

“Pertama pasien berasal dari dua kecamatan yaitu kecamatan donorojo dan kecamatan Tulakan. Pertama laki-laki dari donorojo kluster Perbankan, kedua perempuan dari kecamatan Donorojo juga ada riwayat perbankan dan takziah, laki-laki berusia 15 tahun dari kecamatan Donorojo, sama dari klaster perbankan,”papar Rachmad.

Kemudian, kata Rachmad, pasien keempat dari Tulakan perempuan berusia 39 tahun tertular dari keluarga

“Kelima perempuan dari tulakan riwayat tertular dari keluarga, keenam laki-laki dari Tulakan, asal klaster keluarga”paparnya.

Dengan penambahan 7 pasien itu, Rachmad mengatakan terjadi penambahan akumulasi jumlah pasien.

“Total jumlah pasien 178 orang. Kematian sebanyak 4 orang. Sembuh 113 orang dan sisanya 61 dirawat baik di wisma atlet maupun RSUD,”tukasnya.

Dengan penambahan itu, Rachmad mengatakan juga ada pergeseran status dan zona di Pacitan, dari yang semula zona kuning, bergeser ke zona Orange.

“Untuk zona pada hari ini zona Pacitan bergeser menjadi orange. Hal ini diakibatkan adanya penambahan jumlah pasien,”ujar dia.

Pada bulan Oktober ini, jumlah pasien COVID-19 di Pacitan mengalami kenaikan signifikan, yaitu mencapai 69.

“Satu-satunya jalan yang bisa mencegah adalah bagaimana kita disiplin menjalankan protokol kesehatan, pertumbuhan masih signifikan, sehingga jauhi kerumunan sampai keadaan mereda, sekali lagi jalankan 3 M,”pungkasnya.

Pewarta: Putro Primanto
Editor: Dwi Purnawan