KPI Sebut Media Mainstream Dipandang Mampu Antisipasi Hoaks Jelang Pilbup

oleh -13177 views

Pacitanku.com, PACITAN – Penyelenggaran Pilbup di masa pendemi global coronavirus disease 2019 (COVID-19) diprediksi akan banyak memengaruhi tingkat partisipasi pemilih yang datang ke TPS. Hal tersebut lebih dipengaruhi banternya berita-berita hoaks dari jejaring media sosial.

Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Nuning Rodiyah, saat menjadi nara sumber pada kegiatan bimbingan teknis penyiaran kampanye pemilihan bupati dan wakil bupati mengatakan, media mainstream dipandang sebagai sarana paling aman dalam menyampaikan berita-berita politik, termasuk kampanye pasangan calon. Selain aman, juga sehat. Sebab tidak terjadi interaksi langsung. Sehingga aman dilaksanakan disaat pandemi global COVID-19 seperti sekarang ini.

“Perlu dipahami sepanjang perjalanan pemilu, berita hoaks politik terbilang paling banyak. Apalagi pada bulan April 2019 lalu, hoaks politik menduduki peringkat paling tinggi,” kata Nuning, Sabtu (21/8).

Sementara pada Pilbup serentak tahun ini, lanjut dia, penyebaran berita hoax tentang pandemi COVID-19 diprediksi juga akan semakin masif. Tentu persoalan ini akan sangat memengaruhi tingkat kehadiran masyarakat pemilih ke TPS.

“Media mainstream merupakan hal yang aman untuk melaksanakan kampanye ditengah wabah COVID-19. Coba kalau seandainya ada hoaks yang memberitakan di sebuah TPS ada yang terpapar COVID-19. Tentu pemilih di TPS tersebut akan menurun drastis. Ini yang harus diwaspadai bersama. Dan media mainstream yang dipandang paling bisa melakukan antisipasi terhadap kemungkinan munculnya hoaks pandemi tersebut,” jelasnya.

Selain penyebaran berita hoaks melalui medsos, Nuning juga menyampaikan adanya kemungkinan peretasan akun penyelenggara pemilu.

“Potensi kloning akun socmed penyelenggara Pemilu akan semakin banyak,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Nuning juga menyebut kalau bantuan sosial juga menjadi peluang untuk di politisasi. Hal inilah yang harus diperhatikan oleh media.

“Media mainstream lebih terpercaya. Dan Alhamdulillah, saat ini masyarakat sudah bergeser dari medsos ke media mainstream. Tentu paradigma ini akan bisa menjadikan edukasi bagi masyarakat,” tukasnya.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan