Masyarakat Desak Satgas COVID-19 Pemkab Pacitan Lebih Terbuka Soal Klaster Sukolilo dan Temboro

oleh -13361 views
Ilustrasi Corona

Pacitanku.com, PACITAN– Simpul masyarakat mendesak agar satuan gugus tugas percepatan penanganan coronavirus disease 2019 (COVID-19) Pemkab Pacitan, bisa lebih terbuka terhadap temuan baru 28 santri asal Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fattah Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, yang sekarang ini sudah pulang kampung ke Pacitan.

Seperti disampaikan, Achmad Sunhaji, salah seorang tokoh masyarakat di Pacitan. Ia mengatakan, kalau dirinya tahu dari membaca pemberitaan media massa, perihal jumlah santri dan santriwati asal Temboro tersebut sebanyak 28 orang.

Totalnya, lanjut dia, ada sekitar 63 orang. Mereka itu merupakan sanak kerabat santri yang sempat menjemput kepulangannya dari Ponpes Al Fattah, Temboro.

“Tapi alamat mereka, kami tidak paham. Mestinya, untuk lebih mempermudah contact tracing kepada mereka, gugus tugas bisa lebih terbuka. Sehingga masyarakat akan paham dan tidak was-was,” jelasnya, Senin (27/4/2020).

Menurut Sunhaji, keterbukaan informasi tersebut tentu akan bisa memberikan edukasi kepada masyarakat luas. Agar mereka lebih waspada untuk memutus mata rantai penularan COVID-19.

“Bukannya ingin mengucilkan, tetapi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, agar mereka bisa lebih waspada dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” jlentrehnya.

Tak hanya itu, mantan dewan dari Partai Golkar selama tiga periode ini, juga meminta adanya keterbukaan informasi dari hasil tracing terhadap kluster Sukolilo, yang saat ini sudah menyebabkan dua pasien positif COVID-19 di Pacitan.

“Masyarakat juga berhak tahu, hasil surveilans dan tracing terhadap kluster Sukolilo yang saat ini sudah terbukti ada dua yang positif terinfeksi COVID-19, bukan apa keperluannya, namun bagaimana masyarakat bisa mengedukasi diri dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” tegasnya.

Pewarta: Yuniardi Sutondo
Editor: Dwi Purnawan