Perkuat Sinergitas Empat Pilar, Cara Indartato Wujudkan Pacitan Adem Ayem

oleh -131.436 views
Bupati Indartato saat memberikan bantuan sembako kepada masyarakat Pacitan. (Foto: Wahyu Sapto Hartono/Pacitanku.com)

Pacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan Indartato ingin mewujudkan Pacitan adem ayem dengan cara memperkuat sinergitas antara Pemerintah Kabupaten dengan empat pilar masyarakat, yakni ulama, umaro, Ahdiniyah (Dermawan) dan kaum dhuafa.

Hal tersebut diungkapkan Indartato saat menggelar safari Ramadhan yang digelar pada Rabu (30/5/2018) di Masjid Muttaqin Lingkungan Barak, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Pacitan.

“Tujuan kami melaksanakan kegiatan safari Ramadhan adalah untuk lebih dekat kepada masyarakat,agar lebih tau kondisi  masyarakat,sehingga harapanya dengan kondisi sehat, pintar serta bisa meningkatkan hubungan harmonisasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat,”katanya.

Dia menyebut bahwa pemerintah dengan seluruh ulama, umaroh, addiniyah harus bersinergi sehingga tercipta hubungan masyarakat yang dinamis sehingga kehidupan masyarakat di Pacitan dapat terjalin yang adem ayem dan tentrem. “Pemerintah Daerah hanya berharap semoga tujuan kita bersama bisa terlaksana yaitu seluruh masyarakat Pacitan yang sejahtera,”ujarnya lagi.

Senada dengan Bupati, Kepala Kemenag Pacitan Mohamad Nurul Huda yang menjadi penceramah dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa tujuan bersilaturahmi adalah yang paling penting adalah mendapatkan ilmu.

“Di bulan suci Ramadhan ini Bapak Bupati mempunyai program yaitu ingin memperkuat tali silaturrohmi dengan empat pilar yaitu para ulama, para Umaroh, para Addiniyah/dermawan,dan Kaum dhuafa, dengan harapan untuk Pacitan kedepan bisa adem ayem dan tentrem,”katanya.

Sementara, Camat Pacitan Amat Taufan saat menyampaikan sambutannya juga sempat mengeluhkan berbagai persoalan yang dihadapi, yakni kekeringan dan kelangkaan gas Elpiji 3 Kg.

“Situas Pacitan relatif kondusif, kondisi ekonomi di bulan Ramadhan juga terpantau aman dan stabil, namun untuk permasalahan yang diantisipadi kedepan adalah  kekeringan yang mana di wilayah kota ada tiga desa yaitu Desa Sedeng, Ponggok dan Sambong,”katanya.

Selain itu, kata dia, permasalahan yang perlu diantisipasi di bulan suci ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul fitri  adalah tentang kelangkaan gas elpiji atau melon 3 kg. “Karena beberapa saat yang lalu sulit untuk mendapatkannya,”ujarnya lagi.

Saat menggelar safari Ramadhan, Bupati juga menyalurkan bantuan kepada takmir masjid dan Mushola, warga tidak kurang mampu berupa sembako dan bantuan perbaikan sarana Ibadah senilai Rp 15 juta hingga Rp 70 juta.

Pewarta: Wahyu Sapto Hartono
Penyunting: Dwi Purnawan