BKKBN-DPR RI Sosialisasikan KIE Kreatif di Pacitan

oleh -131.493 views
BKKBN mengadakan Sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Kreatif Program Kependudukan KB di Pringkuku. (Foto: Rach)

Pacitanku.com, PRINGKUKU – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengadakan Sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Kreatif Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) bersama Anggota Komisi X DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono pada Selasa (21/11/2017) di Desa Pelem Kecamatan Pringkuku.

Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Karnadi Sigit kepada wartawan mengatakan bahwa kependudukan itu adalah program yang sangat penting, semaju apapun pendidikan tanpa adanya pengendalian pendudukan maka hal itu tidak berarti.

“Program Kependudukan secara nasional harus lebih banyak digalakkan lagi. Di beberapa provinsi permasalahan, kependudukan ini sudah mulai muncul, angka kelahiran tidak terkendali. Ada provinsi angka kelahiran satu juta bayi per tahun,”katanya.

Untuk itu, Karnadi mengatakan bahwa harus ada upaya untuk menangani berbagai persoalan kependudukan tersebut.

“Kita harus berupaya untuk menangani upaya ini. BKKBN melalkukan cara memberikan cara KIE Kreatif, KIE ini adalah salah satu bentuk program yang diiringi dengan kesenian tradisional, bagaimana kita mengajak seluruh sektor masyarakat, memberikan sosialisasi kependudukan ini,”jelasnya.

Lebih lanjut, Karnadi mengungkapkan bahwa KIE Kreatif ini adalah wujud sinergitas BKKBN dan DPR, terutama anggota Komisi X Edhie Baskoro Yudhoyono.

“Ini seinergitas dengan mas Ibas, terus mengawal implementasi program pengendalian penduduk. Mengenai isu saat ini, terkendali, kita harus mulai lewat program atau sosialisasi, Mas Ibas juga kedepan bisa menumbuhkan kesadaran, pentingnya kita mengambil atensi, upaya bersama, yang ada di pusat, dengan masyarakat, dalam hal ini adalah upaya pengendalian penduduk,”paparnya.

Sementara, Edhi Baskoro Yudhoyono dalam sambutannya yang diwakili tenaga ahli David Christian mengungkapkan bahwa program KB saat ini masih lemah, oleh karenannya perlu digiatkan sosialisasi berbagai program KB.

“Khususnya Desa Pelem ini tahu tentang program KB secara mendalam. Betapa pentingnya progam kependudukan ini. Program pendudukan di Indonesia mendesak,”tukasnya. (RAPP002/Rach)