DPRD Minta Pemkab Terus Kawal Proyek Relokasi Jalan di Gemaharjo

oleh -101.787 views
Bupati Pacitan bersama dinas terkait membicarakan relokasi jalur amblas di Gemaharjo, Tegalombo. (Foto: Rakhmad Adi Mandego/Info Pacitan)
Bupati Pacitan bersama dinas terkait membicarakan relokasi jalur amblas di Gemaharjo, Tegalombo. (Foto: Rakhmad Adi Mandego/Info Pacitan)
Bupati Pacitan bersama dinas terkait membicarakan relokasi jalur amblas di Gemaharjo, Tegalombo. (Foto: Rakhmad Adi Mandego/Info Pacitan)
Bupati Pacitan bersama dinas terkait membicarakan relokasi jalur amblas di Gemaharjo, Tegalombo. (Foto: Rakhmad Adi Mandego/Info Pacitan)

Pacitanku.com, TEGALOMBO – Proyek relokasi jalan Pacitan-Ponorogo di Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo, harus terus dikawal Pemkab Pacitan. Kendati tidak dalam bentuk pendampingan secara resmi, namun pemkab tetap harus pasang mata dan telinga dalam proyek tersebut.

Sebab, dengan tenggat waktu yang tidak begitu lama, proyek juga menghadapi ancaman berupa tanah gerak di Dusun Dondong, Gemaharjo. Ancaman itu ditakutkan bisa menggagalkan target membuka jalan baru sebelum lebaran Juni mendatang. ‘’Walaupun tidak mendampingi secara resmi, tetapi pemkab memang tetap harus mengawal,’’ ujar Ketua DPRD Pacitan, Ronny Wahyono, kemarin, dilansir laman Radar Madiun.

Ronny mengapresiasi pemkab yang memasang target membuka jalan baru di Gemaharjo, sebelum lebaran Juni mendatang. Upaya itu diharapkan semakin memperlancar arus mudik dan wisata keluar masuk Pacitan.

Namun, karena tenggat waktunya tidak lama, dan kepentingan infrastruktur tersebut cukup besar, pemkab pun diminta untuk tidak berdiam diri. ‘’Harus mengawal sejak lelang, sampai tahap pengerjaan fisik. Agar hasilnya pun bisa maksimal dan tidak molor dari target,’’ terangnya.




Pemkab juga diminta proaktif dalam mengawal proyek relokasi jalan Pacitan-Ponorogo di Gemaharjo. Maksudnya, jika berbagai pihak yang terlibat menemui kendala, pemkab diminta untuk membantu.

Wajar jika Ronny begitu getol mendorong pemkab ‘’cawe-cawe’’ dalam proyek miliaran rupiah tersebut. Pasalnya, akses Gemaharjo dinilainya menjadi biang kerok terhambatnya perkembangan pariwisata Pacitan.

‘’Salah satu penghambat perkembangan pariwisata ya buruknya akses di Gemaharjo. Karena itu kan pintu masuk bagi para wisatawan. Harapannya setelah ada jalur baru, wisatawan dapat lebih banyak yang terserap,’’ urainya.

Antisipasi terhadap kemungkinan terburuk juga harus dipersiapkan. Pemkab diminta Ronny untuk tetap melirik akses lain dari Ponorogo menuju Pacitan. Yang dimaksud tentu akses Arjosari-Bandar-Nawangan.

Karena, akses tersebut tidak hanya bisa menghubungkan Pacitan-Ponorogo, namun juga Pacitan-Wonogiri. ‘’Jalur tersebut juga bisa dimaksimalkan sebagai rencana backup, jika semisal Pacitan-Ponorogo melalui Gemaharjo memang tidak memungkinkan. Toh, akses Arjosari-Bandar-Nawangan juga sama potensialnya. Bahkan, bisa menghubungkan tiga kabupaten itu,’’ kata Ronny. 

Sumber: Radar Madiun