Sadis, Harga Cabai Rawit di Pacitan Tembus Angka Rp 140 Ribu/Kg

oleh -1.355 views

Pacitanku.com, PACITAN– Harga cabai rawit di Kabupaten Pacitan terus melonjak. Di Pasar Minulyo, harga cabai rawit tercatat Rp 140 ribu per kilogram. Hal itu membuat raut wajah para pedagang di pasar menjadi kusut.

Maklum, para konsumen hanya membeli rata-rata satu hingga dua ons paling banyak. ‘’Banyak pembeli yang mengeluh. Karena, satu ons saja harganya sudah di atas Rp 10 ribu,’’ kata Murni, salah seorang pedagang cabai rawit di Pasar Minulyo, dilansir dari Radar Madiun pada Minggu (12/2/2017).

Dia mengaku kesulitan menjual cabai rawit. Sebab, cabai rawit kiriman yang datang tidak semuanya segar. Pun, harganya juga selangit. Dia yang sudah berjualan selama lebih dari sepuluh tahun itu menyebut, kenaikan harga cabai rawit beberapa tahun terakhir cenderung ugal-ugalan.

Biasanya ketika musim hujan, kenaikan harga tidak sampai Rp 100 ribu. Namun, semenjak tiga tahun terakhir, sanggup menyamai harga daging sapi per kilogram. ‘’Padahal, cabai rawit termasuk kebutuhan utama. Sehingga, jelas berdampak besar bagi konsumen,’’ terangnya.

Salah seorang konsumen yang ditemui wartawan koran ini di Pasar Minulyo, Tutik mengaku berat dengan harga cabai yang kini terus melonjak. Untuk bumbu dapur masakannya sehari-hari, Tutik biasanya membeli seperempat kilogram cabai rawit.




Normalnya, seperempat kilogram cabai rawit dia tebus senilai Rp 10 ribu, jika harga satu kilogramnya Rp 40 ribu. Semenjak harga bumbu dapur melonjak, dengan nominal yang sama, satu ons pun tidak dia dapat. ‘’Ya tidak makan yang pedas-pedas untuk menyiasatinya. Masakannya minus cabai rawit,’’ ujarnya.

Dampak mahalnya harga cabai rawit turut dirasakan pemilik warung makan. Kardi, salah satunya. Dia mengeluhkan harga cabai rawit yang per ons saja sudah mencapai Rp 15 ribu.

Untuk menyiasati kebutuhan cabai rawit sebagai bumbu masakannya, Kardi menanam sendiri tanaman cabai di halaman rumahnya. Jenis yang ditanam cabai rawit hijau. ‘’Sebagai gantinya pakai cabai yang ditanam sendiri. Kalau pedagang lain ada pula yang beralih menggunakan cabai kering sebagai pengganti,’’ katanya.