Bupati Pacitan Berkurban 1 Sapi Seberat 0,5 Ton dan 11 Ekor Kambing

oleh -131.365 views
Penyembelihan hewan Kurban di Sambong, Arjosari. (Foto : Shultan)
Penyembelihan hewan Kurban di Sambong, Arjosari. (Foto : Shultan)
Penyembelihan hewan Kurban di Sambong, Arjosari. (Foto : Shultan)
Penyembelihan hewan Kurban di Sambong, Arjosari. (Foto : Shultan)

Pacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan, Indartato, pada perayaan Idul Adha 2016 berkurban berupa seekor sapi dengan berat 500 kg atau setengah ton. Selain sapi, orang nomor satu di kabupaten berjuluk Kota 1001 Goa itu juga berkurban 11 ekor kambing.

Seekor sapi jenis limosin tersebut akan dikurbankan di desa kelahiran Indartato, yaitu di Desa Pucangombo, Kecamatan Tegalombo, Pacitan. Sedangkan untuk 11 ekor kambing tersebut diberikan ke sejumlah desa di Pacitan. Indartato secara simbolis melepas sapi seberat 500 kg itu dan diberikan kepada perwakilan warga Desa Pucangombo di halaman Masjid Agung Pacitan, Senin (12/9/2016) seusai salat Idul Adha.

Kepala Desa Pucangombo, Sarmidi, mengatakan Idul Adha tahun ini, Bupati Pacitan berkurban sapi di tempat kelahirnnya di Desa Pucangombo. Sapi seharga Rp23,5 juta tersebut dipotong dan dibagikan kepada seluruh warga desa setempat.

Sarmidi mengatakan selain sapi dari bupati itu, warga juga akan memotong belasan ekor kambing. “Warga Pucangombo tentu sangat senang sekali dengan pak bupati berkurban sapi di desanya,” ujar dia.

Bupati Pacitan, Indartato, menyampaikan untuk Idul Adha tahun ini, sengaja berkurban seekor sapi di tempat kelahiran. Hampir setiap tahun, kata dia, selalu berkurban dengan berbagai hewan kurban seperti kambing dan sapi. “Semoga sapi dan kambing yang saya kurbankan bisa dinikmati masyarakat Pacitan,” ujar dia singkat.

Dia mengatakan sejauh ini tidak ada laporan mengenai sapi atau kambing sakit yang digunkan untuk kurban. Pemantauan dari tim seluruh hewan kurban sehat dan tidak memiliki penyakit berbahaya.

Lebih lanjut, dia mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan kepada petugas kesehatan ketika ada hewan kurban yang sakit. Salah satu untuk mendeteksi secara fisik yaitu dilihat dari mata hewan tersebut.

Pantauan Madiunpos.com di sejumlah perkampungan, masing-masing lingkungan menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban. Masing-masing lingkungan pun berbeda-beda jumlah hewan yang dikurbankan. (RAPP002)

Sumber: Madiun Pos