SPBN Tawang Diharapkan Mampu Layani Kebutuhan Nelayan Pacitan

oleh -131.156 views
Kawasan Pantai Tawang dengan perahu nelayan berjejer. (Foto: Dok Pacitanku)

Pacitanku.com, NGADIROJO – Bupati Pacitan, Drs H Indartato, MM meminta kepada masyarakat nelayan untuk memanfaatkan potensi laut dengan baik.

Bukan hanya sekedar mengambil hasilnya namun juga menjaga kelestarianya. Harapan tersebut disampaikan Bupati Indartato saat meresmikan Stasiun Pengisian Bahan bakar nelayan (SPBN) di Dusun Tawang Desa Sidomulyo Kecamatan Ngadirojo, Kamis (21/4/2016) kemarin.

Menurutnya, Kekayaan laut Pacitan yang melimpah akan membawa dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat.

”Kekayaan laut pacitan mampu menyedot perhatian nelayan luar. Ini terbukti dengan hadirnya para nelayan Andon (luar daerah) yang mencari ikan, akibatnya, Pelabuhan Penangkap ikan (PPI) Tamperan penuh sesak perahu labuh, kemarin kita kedatangan kurang lebih 400 perahu nelayan dari luar dan ini harus kita sikapi,” jelasnya, dilansir laman SKPD Pacitan.


Menurut Indartato, hadirnya nelayan luar ini tentu akan semakin membuat perairan Pacitan ramai. Namun demikian, Bupati berharap nelayan Pacitan mampu bersaing. Bagaimanapun, keberadaan nelayan lokal harus lebih diutamakan.

“Saya berharap agar dalam mencari ikan nelayan tidak menggunakan cara-cara ilegal dan merusak. Sehingga, kelestarian kekayaan laut Pacitan dapat terjaga,” tandasnya.

Saat ini, menurut Indartato, program pembangunan sektor kelautan dalam bebarap tahun terakhir di Kabupaten Pacitan menunjukkan perkembangan yang membanggakan. Saat ini jumlah perahu nelayan yang terdata mencapai 1500 unit. Ini belum termasuk perahu nelayan luar yang lepas jangkar di Pelabuhan Pacitan.

Selain itu, keberadaan SPBN yang diresmikan Bupati Indartato merupakan salah satu bukti bahwa potensi bahari di Pacitan berkembang pesat. SPBN “Tawang Asri” berkapasitas 15 ribu liter yang diharapkan mampu melayani kebutuhan bahan bakar nelayan di pantai Tawang dan sekitarnya. Saat ini jumlah perahu yang tersebar di perairan kecamatan Ngadirojo mencapai 430 unit. (Syt/Riz/SKPD/RPP002)