Jumlah Desa Kritis Air di Pacitan Bertambah Menjadi 60

oleh -13616 views
Sumber air warga alami kekeringan, beberapa waktu lalu. (Foto : BPBD Pacitan)
Foto Ilustras: Sumber air warga alami kekeringan, beberapa waktu lalu. (Foto : BPBD Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Kemarau panjang yang masih terjadi menyebabkan dampak kekeringan bertambah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan mencatat bahwa hingga akhir Oktober 2015, jumlah desa dengan status kritis air bersih mencapai 60 desa dari total 166 desa di Pacitan. Jumlah tesebut meningkat drastis sejak sebulan lalu, dimana pada akhir September kala itu, BPBD mencatat 31 desa terdampak kritis air bersih.

Kepala pelaksana BPBD Pacitan, Tri Mudjiharto, dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (29/10) kemarin mengatakan bahwa terdampak kritis air paling banyak berada di Kecamatan Sudimoro. “Di Kecamatan Sudimoro, setidaknya ada sekitar 6 desa, sedangkan di Kecamatan Donorojo ada sekitar 4 hingga 5 desa,”katanya.

Selain di Kecamatan Sudimoro, mayoritas daerah terdampak kekeringan adalah berada di wilayah Pacitan bagian barat, seperti Kecamatan Donorojo, Punung dan Pringkuku.Untuk itu, Tri mengatakan pihaknya akan terus melakukan penanggulangan dengan melibatkan satuan kerja teknis lainnya terus melaksanakan droping air bersih saban harinya.

“Rata-rata setiap hari dikerahkan tujuh armada tanki air berkapasitas 5 ribu liter, dimana setiap satu tanki, setidaknya empat kali pengiriman ke beberapa titik,” tandasnya.

Lebih lanjut Tri mengatakan pihaknya koordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), dengan melaksanakan pipanisasi oleh PDAM di salah satu desa di Kecamatan Pringkuku. “Sehingga dengan selesainya pemasangan instalasi perpipaan tersebut, ‎satu desa di Kecamatan Pringkuku akan terbebas dari kekeringan,” ujar Tri.

Sebelumnya, Kepala Sie Kedaruratan Logistik BPBD Pacitan, Pudjono mengatakan bahwa topografi ketiga kecamatan tersebut yang berupa kawasan karst dan pegunungan kapur menjadi penyebab tiga wilayah  tersebut mengalami kekeringan yang cukup parah.

Saat ini, Pemerintah melalui BPBD memberikan bantuan berupa pengiriman air bersih ke sejumlah titik yang mengalami krisis air. Dropping air bersih di beberapa wilayah di Pacitan kini menjadi agenda BPBD dalam mengatasi dampak kekeringan. “Selain itu, pemerintah telah menyiapkan anggaran 150 juta, saat ini 75 persen dana itu dipakai menyalurkan air bersih kepada warga,”kata Pujono. (RAPP002)