Peringati Hari Listrik, Masih Ada Warga Pacitan yang Belum Nikmati Listrik

oleh -13584 views
Ilustrasi belum ada listrik
Ilustrasi belum ada listrik

Pacitanku.com, PACITAN – Hari ini, Selasa (27/10/2015), Indonesia memperingati hari listrik nasional (HLN). Namun, meski demikian, banyak diantara warga Indonesia belum merasakan aliran listrik untuk penerangan rumah, salah satunya adalah Kabupaten Pacitan.

Data yang diperoleh Pacitanku.com, tercatat tak kurang dari 2 ribu kepala keluarga (KK) di 300 dusun di wilayah Pacitan belum menikmati aliran listrik. Beberapa dusun di antaranya terletak di daerah dataran tinggi, atau lebih tepatnya berada di ketinggian 400 meter sampai 600 meter diatas permukaan laut (Dpl). Di antaranya beberapa dusun di Kecamatan Sudimoro, Tegalombo, Bandar, dan Nawangan. Sebagian warga tersebut, untuk penerangan malam, hanya menggunakan ublik alias lampu penerang berbahan bakar minyak.

Secara nasional, rasio elektrifikasi Indonesia hingga kini baru mencapai 87 persen. Sisanya, ada daerah di Indonesia yang masyarakatnya masih belum bisa mengakses listrik. “Di Pacitan, yang notabene kota kelahiran Pak SBY masih ada yang belum teraliri listrik karena terkendala letak geografis, rumahnya di balik gunung. Sementara jalan belum ada, bagaimana membangun jaringan,” kata Plt Kepala Satuan Komunikasi PT PLN Bambang Dwiyanto, baru-baru ini.

Bambang menjelaskan, 13 persen masyarakat yang belum teraliri listrik adalah masyarakat yang tinggal di balik pegunungan atau letak rumahnya sulit dijangkau oleh infrastruktur listrik.

Kendati demikian, pihaknya mengaku akan terus berusaha untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Indonesia. Ia juga meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk bekerjasam mewujudkan hal tersebut. “Ini kan bukan hanya tugas PLN tetapi juga pemerintah. Makanya dibutuhkan kerjasama yang kuat untuk mengaliri listrik ke masyarakat hingga 100 persen,” tegasnya.

Sementara, Bupati Pacitan Indartato juga menyampaikan keprihatinannya terkait kondisi warganya yang belum teraliri listrik sampai ke rumah. ’’Ada juga sebagian warga yang mengolor kabel untuk mendapat aliran listrik. Hal itu terpaksa dilakukan karena jarak sumber listrik dengan rumahnya cukup jauh,’’ katanya, beberapa waktu lalu.

Menurut Indartato, masih banyaknya rumah yang belum berlistrik dikarenakan anggaran yang dialokasikan program listrik pedesaan sangat minim. Selain terkendala anggaran, penyebab lainnya adalah medan yang sulit.

Sementara, keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sudimoro ternyata belum mampu menyelesaikan problem kebutuhan listrik di wilayah Pacitan.  Padahal pembangkit berkapasitas 10 ribu mega watt (MW) tersebut sudah diresmikan Presiden RI sat itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sejak Oktober 2013 silam.

‘’Memang PLTU Sudimoro sudah diresmikan. Tetapi tidak semudah apa yang dibayangkan. Banyak mekanisme, kajian teknis serta administrasi yang harus ditempuh,’’ kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Pacitan, Ir. Sar Setyo Utomo beberapa waktu lalu.

Menurut dia, akses transportasi juga memengaruhi ketersediaan jaringan, sebab PT PLN Persero sebagai penyedia tentu berpikir bagaimana cara mengangkut peralatan berat seperti trafo atau tiang jika akses jalan yang ada kurang memadai untuk dilalui kendaraan pengangkut. (RAPP002)