Kontrol Kestabilan Pasar Jelang Ramadhan, Bupati Indartato Sidak Pasar Minulyo

oleh -Dibaca 972 kali
Bupati mengunjungi salah satu lapak pedagang daging ayam di pasar Minulyo. (Foto: Pekathik Kadipaten/FB)
Bupati mengunjungi salah satu lapak pedagang daging ayam di pasar Minulyo. (Foto: Pekathik Kadipaten/FB)
Bupati mengunjungi salah satu lapak pedagang daging ayam di pasar Minulyo. (Foto: Pekathik Kadipaten/FB)
Bupati mengunjungi salah satu lapak pedagang daging ayam di pasar Minulyo. (Foto: Pekathik Kadipaten/FB)

Pacitanku.com, PACITAN – Sehari jelang bulan Ramadhan, Bupati Pacitan Indartato menggelar kunjungan ke pasar Minulyo Pacitan, Rabu (17/6/2015). Kunjungan orang nomor satu Pacitan tersebut adalah untuk mengontrol kestabilan pasar menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran 1436 H.

Dalam kunjungannya ke Pasar Minulyo, Bupati yang didampingi Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Dinkopindag) dan sejumlah pejabat di lingkup Pemkab meninjau sejumlah lapak pedagang di pasar terbesar di Pacitan itu, seperti lapak pedagang beras, daging, sayuran dan sejumlah pedagang lainnya.

Sebagaimana diketahui, sejumlah harga kebutuhan pokok mulai menampakkan trend kenaikan menjelang Ramadhan. Beberapa kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan dan tidak stabil adalah bawang merah yang pada pekan lalu bertengger dikisaran Rp 35.000- Rp 36.000/kilo gramnya (kg), akan tetapi harga bawang merah sudah turun dikisaran Rp 26.000/kg.

Sedangkan bawang putih, yang semula dibaderol diatas Rp 20.000/kg, sekarang turun menjadi Rp 17.000- Rp 18.000/kg. Kenaikan harga juga terjadi pada telur ayam yang perlahan mulai turun Rp 18.000/kg, sebelumnya, harga telur ayam sempat menyentuh level Rp 21.000/kg.

Diketahui, sejak pekan lalu, tepatnya 8 Juni 2015, harga komoditas sayuran terus menampakan gejala kenaikan, seperti bawang merah yang diklaim masih stabil tinggi dikisaran Rp 30.000/kg. Sedangkan berbagai jenis cabe saat ini dijual dikisaran Rp 23.000 hingga Rp 25.000/kg.

“‎Kondisi tersebut memang sering terjadi saat menjelang hari besar ke agamaan. Seperti bulan puasa, lebaran, Natal dan tahun baru. Setelah momentum tersebut berlalu, biasanya harga akan kembali stabil dengan sendirinya, “kata Hari Purwanto, Kepala Bidang Perdagangan Dinkopindag Pacitan, belum lama ini.

Namun demikian, tidak stabilnya harga sejumlah kebutuhan pokok itu tidak terkait dengan produktivitas petani. “Produktifitas masih tetap stabil, begitu juga distribusinya, tidak ada kendala. Persoalan kenaikan itu, lebih dipengaruhi situasi dan kondisi setiap menjelang hari besar keagamaan,” pungkasnya.

Terpisah, Kasi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Pacitan Yudianto mengatakan bahwa memang tiga komoditi di Pacitan, yakni daging sapi, daging ayam dan sayuran terus naik, jika terlihat dari pertumbuhan inflasi yang terus menanjak.

Menurutnya, jika dilihat dari hasil Survei di empat Kecamatan, laju inflasi di wilayah Kabupaten Pacitan terus mengalami kenaikan . Jika di Bulan April kenaikan hanya 0,36 persen, Bulan Mei naik menjadi 0,44 persen. “Hasil itu menunjukan tiga komoditi kebutuhan di Pacitan akan mengalami kenaikan hingga dua bulan kedepan,” jelasnya. (RAPP002)