Pengendang Cilik Arjosari Ini Akan Hibur Presiden SBY di Istana Negara

oleh -102.035 views
Sunu, Pengendang Cilik asal Desa Temon, Arjosari. (Foto : Doc. Info Pacitan)
Sunu, Pengendang Cilik asal Desa Temon, Arjosari. (Foto : Doc. Info Pacitan)
Sunu, Pengendang Cilik asal Desa Temon, Arjosari. (Foto : Doc. Info Pacitan)
Sunu, Pengendang Cilik asal Desa Temon, Arjosari. (Foto : Doc. Info Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN—Siapa yang tidak bangga saat putra kesayangannya mendapat kehormatan untuk menjadi pengisi acara nasional, pasti semua ayah akan merasa bangga dan bahagia. Begitu juga halnya dengan yang dirasakan oleh Susilo Hadi, pegiat Seni yang juga dalang asal Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Pacitan.

Pria yang juga pelatih Grup Ronthek Gugah Sahur Jetis Lor, Nawangan ini turut menjadi saksi, bahwa putranya, Sunu yang menjadi seorang pengendang cilik ini akan menjadi penghibur presiden Susilo bambang Yudhoyono dan seluruh warga yang menyaksikan kemeriahan peringatan 17 Agustus di Istana Negara.

Bersama grup karawitannya, Sanggar Seni Sabda Krida Budaya desa Temon Kecamata Arjosari, sang pengendang cilik mendapat kehormatan untuk tampil di Istana Negara, Jakarta, 17 Agustus mendatang. Agenda tersebut digelar oleh pemerintah dalam acara peringatan hari kemerdekaan dirangkaikan dengan Pawai Seni dan Budaya Nusantara.

Selain Sanggar Seni Sabda Krida Budaya yang akan tampil, kesenian khas Pacitan lain yang turut memeriahkan ajang tahunan tersebut adalah 200 penari kethek ogleng Pacitan. Tak ketinggalan, 48 dadak merak Reog Ponorogo yang mewakili Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun Kota, Madiun Kabupaten dan Ponorogo (Pawitandirogo) akan menjadi tontonan spesial di momentum yang spesial tersebut.

Seperti diketahui, Pawai Seni dan Budaya Nusantara festival akbar tahunan dalam rangkaian peringatan kemerdekaan RI ini digawangi Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, di Silang Monas Jakarta Pusat, mulai l15 – 19 Agustus 2014.

Event ini merupakan karya kreatif dalam bentuk pawai seni dan budaya yang menggambarkan kekayaan seni budaya Nusantara karena melibatkan peserta dari semua provinsi di Indonesia. Acara dimulai dari Monumen Nasional kemudian menuju ke arah Istana Merdeka dan menyusuri jalan-jalan utama di pusat kota Jakarta.

Selain berbagai kesenian khas Pacitan tersebut, acara akbar ini melibatkan sekira 4.000 seniman dari 34 propinsi di seluruh Indonesia. Peserta pawai akan berpakaian adat daerah secara kreatif, menampilkan seni pertunjukan daerah, serta menghadirkan kendaraan hias dilengkapi alat musik dan tampilan produk unggulan daerah masing-masing.

Redaktur : Robby Agustav