Ganasnya Ombak Pantai Kunir Pacitan Telan Dua Korban

oleh -Dibaca 1.385 kali
Pantai Kunir yang cukup berbahaya, Inzet : kedua korban tenggelam di pantai Kunir. (Foto : IST)
Pantai Kunir yang cukup berbahaya, Inzet : kedua korban tenggelam di pantai Kunir. (Foto : IST)
Pantai Kunir yang cukup berbahaya, Inzet : kedua korban tenggelam di pantai Kunir. (Foto : IST)
Pantai Kunir yang cukup berbahaya, Inzet : kedua korban tenggelam di pantai Kunir. (Foto : IST)

Pacitanku.com, SUDIMORO – Ombak ganas pantai Selatan Pacitan kembali memakan korban. Kali ini kejadian tersebut terjadi di salah satu obyek wisata di Pantai Kunir. Diketahui, kedua korban adalah Bayu Dewantara (15) dan Adi Saputra (15) warga Dusun Bandarangin, Desa Ngumbul, Kecamatan Tulakan Pacitan yang juga masih berstatus pelajar di SMPN 4 Wonosidi Tulakan.

Bayu dan Adi diketahui hanyut terbawa arus saat sedang mandi menunggu waktu berbuka di Pantai Kunir, Desa Pager Kidul, Kecamatan Sudimoro Sabtu (6/7/2014) akhir pekan lalu. Sebelumnya, kedua pelajar tersebut sempat berpamitan kepada keluarganya untuk mencari tempat kos setelah merampungkan proses pendaftaran calon siswa baru di SMK N 1 Sudimoro.

Usai mendapatkan tempat kos, kedua pemuda tak langsung pulang ke menunggu berbuka di Pantai Kunir. Kedua korban mandi di pinggir pantai Kunir, yang tepat berada di sisi tebing bagian timur pantai. Dan sebenarnya, korban sempat diingatkan oleh warga sekitar agar tidak mandi di area tersebut. Apalagi saat itu ombak pantai sedang pasang. Namun, keduanya tak menghiraukan. Kedua korban diduga tenggelam.

Menurut Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Pacitan Pujono menuturkan hingga Minggu (6/7/2014), kedua jasad korban masih belum ditemukan. Diduga jasad korban terseret ombak ke tengah laut.

Pujono mengungkapkan selain melakukan pencairan di sepanjang bibir pantai Kunir, BPBD dibantu oleh warga juga melakukan pemantauan secara visual dari dataran tinggi. Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan kelompok nelayan wilayah sekitar. “Pencarian akan terus dilakukan hingga batas yang telah ditentukan sesuai SOP, yakni tujuh hari setelah peristiwa tersebut terjadi,” terang Pujono, dilansir dari detikcom, Senin (7/7/2014).

Redaktur : Robby Agustav