Rumpin Pacitan Diharapkan Jadi Rumah Pendidikan Masyarakat

oleh -Dibaca 1.245 kali
Rumah Pintar Pacitan. (Foto : Telecenter.pacitankab.go.id)
Rumah Pintar Pacitan. (Foto : Telecenter.pacitankab.go.id)
Rumah Pintar Pacitan. (Foto : Telecenter.pacitankab.go.id)
Rumah Pintar Pacitan. (Foto : Telecenter.pacitankab.go.id)

Pacitanku.com, PACITAN – Keberadaan Rumah Pintar (Rumpin) di Pacitan yang digagas oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono melalui program Indonesia Pintar menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Pacitan, terutama kalangan pelajar dari tinkat SD sampai SMA.

Menurut Bupati Pacitan, Indartato, selama ini Rumpin tidak sekadar menjadi pusat baca. Fasilitas yang awalnya diprakarsai Serikat Isteri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) juga berfungsi menjadi pusat pelatihan. Ini menyusul dilengkapinya rumah pintar dengan sarana kriya.

Dengan  tujuan utama mewujudkan masyarakat berpengetahuan, sejahtera (welfare society) dan beradab (civilized society), Rumpin diharapkan bisa berperan menjadi Rumah Pendidikan dan sarana pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan seperti pendidikan anak usia dini, remaja hingga kaum perempuan. Tujuannya membangun masyarakat cerdas, inovatif, kreatif, mandiri yang sejahtera, berbasis komunitas.

Di Kabupaten Pacitan sendiri tercatat ada 5 rumah pintar. Masing-masing ke Kecamatan Kota, Ngadirojo, Tegalombo, Punung, dan Donorojo. Yang terakhir ini termasuk yang diresmikan ibu negara. ”Selain itu masih ada 41 rumah pintar mini yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Pacitan,” kata Indartato, baru – baru ini, seperti dilansir dari laman resmi SKPD Pacitan, Kamis (22/5/2014)

Namun demikian, Indartato mengakui memang tidak mudah merawat apalagi mengembangkan fasilitas bantuan pemerintah pusat semacam rumah pintar. Selain membutuhkan penanganan khusus, perawatannya juga membutuhkan dana tidak sedikit.

Untuk memecahkan persoalan itu, pihaknya melibatkan langsung masyarakat sekitar. Sedangkan dari sisi pendanaan, pemerintah daerah secara bertahap mengupayakan penganggaran melalui ABPD. Tidak itu saja, 41 desa yang memiliki rumah pintar mini diharapkan dapat menganggarkan biaya rumah pintar dari APBDes. ”Nah, itu salah satu bukti bahwa masyarakat terlibat aktif dalam pengembangan rumah pintar. Untuk penganggaran rumah pintar mini dari APBDes, kita siapkan juknisnya” pungkasnya.

Redaktur : Robby Agustav