Peringati Hari Autis, Puluhan ABK Pacitan Unjuk Kebolehan

oleh -10921 views
Pencak Silat ditampilkan anak - anak dalam agenda Gelar Karya Autis, Senin (12/5/2014). (Foto : Doc.Info Pacitan)
Pencak Silat ditampilkan anak - anak dalam agenda Gelar Karya Autis, Senin (12/5/2014). (Foto : Doc.Info Pacitan)
Pencak Silat ditampilkan anak - anak dalam agenda Gelar Karya Autis, Senin (12/5/2014). (Foto : Doc.Info Pacitan)
Pencak Silat ditampilkan anak – anak dalam agenda Gelar Karya Autis, Senin (12/5/2014). (Foto : Doc.Info Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Puluhan anak – anak autis dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Pacitan nampak sumringah setelah bakat yang mereka miliki tersalurkan. Puluhan anak-anak penyandang autis dan difabel mampu menunjukan kebolehanya, mulai dari bermain musik hingga seni pencak silat.

Hari ini, dalam rangka peringatan hari autis sedunia, Lembaga Pendidikan Anak Autis Talita menggelar acara gelar Karya Anak Autis dan Seniman Peduli Autis Kabupaten Pacitan yang akan berlangsung mulai Senin hingga Rabu, 12-14 Mei 2014 di Hotel Pacitan.

Selain berbagai bentuk atraksi tersebut, gelar ini juga menampilkan karya lukis dari beberapa seniman dan anak-anak berkebutuhan khusus.

Saat berkunjung ke tempat pagelaran, Bupati Pacitan, Indartato dan istri pun bangga dengan bentuk kegiatan tersebut. Menurutnya, Hal itu sangat penting untuk mengetahui kemampuan dan kreatifitas anak. Seperti halnya anak-anak normal lain mereka yang berkebutuhan khusus juga memiliki kesempatan sama.

Dilansir dari lama resmi SKPD Pacitan, dalam kesempatan itu bupati juga menyempatkan diri berdialog dan berbagi dengan orang tua dari anak-anak penderita autis. Kebanyakan orang tua dengan anak berkebutuhan khusus (Autis) mengaku sangat membutuhkan lembaga pendidikan khusus untuk anak-anak mereka bersekolah formal.

Selain itu mereka juga mengeluhkan belum adanya pusat rehabilitasi khusus bagi penyandang autis di Pacitan yang memadai. Seperti diketahui, di Pacitan sendiri terdata 100 lebih anak penderita autis.

Terkait keluhan tersebut, bupati berjanji akan mengusahakan ke pemerintah pusat. Terutama,masalah pendidikan. Sedangkan untuk layanan kesehatan Pemkab  akan memaksimalkan RSUD agar memiliki tenaga  terapi dan peralatan khusus untuk penyandang autis.

Meski demikian pemerintah juga telah  memfasilitasi pengobatan bagi orang tua tidak mampu untuk dapat berobat ke luar. Yakni, dengan menggunakan BPJS atau Jaminan kesehatan melalui program grindulu mapan.  

Redaktur : Robby Agustav