Urun Rembug Pacitanku : Akankah Menjadi Tamu di Daerah Sendiri?

oleh -Dibaca 591 kali
persawahan di Pacitan
Persawahan di Pacitan. (Foto: Dok. Pacitanku)

persawahan di Pacitan
persawahan di Pacitan

Pacitanku.com —Berbicara mengenai potensi yang dimiliki daerah Pacitan tentu banyak sekali. Namun satu hal yang pasti dan ini banyak dikenal oleh banyak orang tentu saja potensi wisata. Ada begitu banyak pantai dan tentu saja goa yang indah dan layak untuk dikunjungi. Siapa yang meragukan keindahan Goa Gong, Goa Tabuhan, Pantai Teleng Ria, Pantai Srau, Pantai Watu Karung, Pantai Klayar dan lainnya.

Artinya jika potensi wisata ini benar-benar bisa dikembangkan pada akhirnya bisa menjadi sumber pemasukan daerah. Tidak hanya itu saja tetapi juga bisa menjadi sumber pemasukan masyarakat Pacitan itu sendiri. Sumber pemasukan daerah tentu saja dari retribusi atau biasa masuk dari obyek wisata. Sedangkan masyarakat bisa mengambil keuntungan dengan berjualan makanan dan minuman di lokasi wisata. Selain itu bisa juga menyediakan penginapan.

Sayangnya hal ini belum menjadi perhatian sepenuhnya dari pemerintah daerah. Padahal jika tidak segera memperoleh perhatian dari pemerintah daerah bukan tidak mungkin akan dikuasahi oleh pihak swasta bahkan pihak asing. Tentu sangat disayangkan jika hal tersebut sampai terjadi. Berada di rumah sendiri tetapi tidak menjadi tuan rumah dan merasakannya.

Belajar dari Pulau Dewata

Mungkin bisa mengaca salah satu daerah yang sangat terkenal dengan obyek wisatanya yaitu Bali. Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwasanya di Bali justru dikuasahi bukan orang Bali itu sendiri. Lebih banyak pihak swasta bahkan luar negeri. Alhasil meskipun Bali terkenal dengan wisatanya, banyak dikunjungi wisatawan mancanegara dan dalam negeri tetapi tidak sedikit pula anak-anak Bali yang putus sekolah karena kekurangan biaya. Ironis tetapi itulah yang terjadi.

Nah, apakah hal tersebut juga ingin terjadi di Pacitan? Menjadi tamu di daerah sendiri? Banyak obyek wisata yang bisa menjadi pemasukan bagi daerah dan juga masyarakatnya tetapi tidak segera memperoleh perhatian dari pemerintah daerahnya. Sampai kapan pemerintah daerah tidak segera memberikan perhatian pada potensi wisata yang sudah lebih banyak dikenal dibandingkan potensi lainnya.

Perbaikan Jalan dan Ketersediaan Transportasi

Setidaknya ada beberapa hal yang perlu memperoleh perhatian untuk meningkatkan potensi wisata di Pacitan. Pertama adalah perbaikan jalan secara rutin khususnya di lokasi wisata yang banyak dikunjungi. Jalanan untuk menuju lokasi wisata baik pantai maupun goa lebih banyak yang rusak daripada yang tidak. Untuk mempermudah dan memperlancar para pengunjung yang akan menuju tempat wisata tersebut, pemerintah harus rutin melakukan perbaikan jalan. Tidak hanya jalan utama saja yang memperoleh perhatian tetapi juga jalan-jalan yang menuju tempat-tempat wisata.

Kedua, adalah alat transportasi. Sebagian besar lokasi wisata di Pacitan susah ditempuh menggunakan alat transportasi umum. Mungkin hanya Pantai Teleng Ria yang menjadi pengecualian. Hanya sekitar 3,5 km dari arah Kota Pacitan dan dilalui kendaraan umum serta dekat dengan penginapan. Pantai ini yang paling bersahabat dengan para backpacker.

Harus disediakan transportasi khusus untuk menuju berbagai lokasi wisata di Pacitan ini. Pemerintah setidaknya bisa bekerja sama dengan pihak swasta misalnya menyediakan transportasi khusus. Bisa saja memanfaatkan alat transportasi atau angkot khas di daerah Pacitan yaitu kendaraan Isuzu atau masyarakat lokal biasa menyebutnya kol (dari kata colt). Atau bisa juga menyediakan Ojek Wisata. Artinya menyediakan tukang ojek khusus untuk menuju lokasi wisata tersebut.

Manfaatkan Internet

Bagaimana jika tidak ada pengunjung? Berarti mereka akan menganggur? Nah, sistem ini bisa dilakukan untuk menarik perhatian para backpacker dan pengguna twitter. Tidak perlu langsung mengerahkan banyak tukang ojek. Tetapi cukup beberapa orang saja yang siap menerima panggilan saat ada calon konsumen. Promosi dilakukan melalui internet kemudian calon konsumen bisa menghubungi melalui nomor yang tertera lalu admin dari website atau jejaring sosial siap menghubungi para tukang ojek tersebut.

Artinya promosi adanya ojek wisata atau kendaraan wisata ini melalui twitter dan jejaring sosial maupun website. Dengan kata lain sasaran utama adalah para backpacker, anak muda pengguna internet. Mengapa? Backpacker sangat senang mengunjungi berbagai obyek wisata menggunakan transportasi umum dengan mudah dan murah. Banyak informasi tempat wisata yang informasinya diperoleh melalui internet.

Nah, jika banyak backpacker berkunjung maka semakin lama akan semakin banyak orang yang berkunjung alhasil lama kelamaan akan semakin banyak laggi orang berkunjung. Dan mendorong lebih banyak yang akan menyediakan transportasi umum menuju lokasi. Jika banyak pengunjung maka bisa mendorong warga sekitar untuk membuka warung kecil-kecilan misalnya berjualan kelapa muda, pusat oleh-oleh dan sebagainya.

Untuk awalnya, tidak perlu semua obyek wisata. Beberapa obyek wisata terlebih dahulu misalnya Pantai Watu Karung, Pantai Srau, Pantai Klayar, Goa Gong dan lainnya. Sementara tukang ojek bisa memanfaatkan para pemuda di sekitar kampung. Nanti, berapa tarifnya sebaiknya diseragamkan agar menghindari konflik.

Ingat, ini hanyalah sedikit ide yang mugkin bisa dilakukan dan direalisasikan. Intinya potensi wisata di Pacitan harus dikembangkan oleh orang-orang Pacitan itu sendiri sehingga menyejaterakan orang-orang Pacitan. Sehingga nantinya tidak perlu banyak orang merantau untuk mencari nafkah karena di daerah sendiri bisa memperoleh penghasilan.

Jangan sampai menjadi tamu di daerah sendiri. Jangan sampai menjadi tuan rumah yang tidak sejahtera. Dan pemerintah memiliki peranan untuk mendorong masyarakat mengembangkan potensi ini. Potensi agar lebih mandiri di wilayah sendiri untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Bisakah itu terjadi? Bisa! Jika dilakukan bersama-sama. Semoga!

Oleh : Dian Karyati Pamungkas (Peserta Festival Menulis Urun Rembug Pacitanku)

Dian Karyati Pamungkas
Dian Karyati Pamungkas