Gawat, Serangan DBD di Pacitan Makin Ganas

oleh -Dibaca 1.119 kali
Nyamuk Aedes Aygepti (Foto : PMI)
Nyamuk Aedes Aygepti (Foto : PMI)
Nyamuk Aedes Aygepti (Foto : PMI)
Nyamuk Aedes Aygepti (Foto : PMI)

Pacitanku.com, PACITAN—Masih di musim penghujan, serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Pacitan semakin ganas. Dari data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan, hingga pertengahan Februari, ada 26 penderita penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut.

Dikatakan dinkes, jumlah itu lebih banyak lima penderita dibanding periode sama pada 2013. “Tahun lalu ada sekitar 21 penderita DBD,” ujar Kasi Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Pacitan Suryono baru – baru ini, seperti dilansir dari JPNN.

Wabah DBD itu, imbuhnya,  hanya terdapat di Kecamatan Pacitan (kota). Yakni, di Kelurahan Pacitan, Sidoharjo, Ploso, Sumberharjo, dan Baleharjo. Hampir semua wilayah tersebut masuk dalam kategori endemik DBD. “Korbannya mulai anak-anak hingga dewasa. Namun, belum ada yang meninggal,” ucapnya.

Dikatakan Suryono, peristiwa tersebut belum dikategorikan kejadian luar biasa (KLB). Sebab, sebuah peristiwa dianggap KLB jika terdapat lebih dari 200 penderita. Kasus DBD di Pacitan kali ini tidak mengikuti siklus empat tahunan seperti tahun-tahun sebelumnya. Ledakan jumlah penderita pernah mencapai 274 pada 2010.

“Sekarang siklusnya tahunan. Jumlahnya, bisa bertambah besar setiap tahun dibanding tahun sebelumnya,” terangnya.

Menangani hal tersebut, pihaknya sudah melakukan pengasapan atau fogging di beberapa wilayah endemi. Selain itu, pihaknya bekerja sama dengan puskesmas, instansi, serta organisasi masyarakat untuk menyosialiasikan pentingnya menjaga kebersihan. “Tidak semua daerah bisa di-fogging karena bergantung pada jumlah kasus yang teridentifikasi,” paparnya.

Dinkes juga mengupayakan fogging, dengan syarat jika suatu wilayah bebas jentik kurang dari 95 persen. Dirinya juga meminta masyarakat perlu mewaspadai genangan air di selokan, air minum dalam dispenser, dan air minum hewan ternak.

Redaktur : Robby Agustav