Gaji Tak Sesuai UMK, Puluhan Karyawan Pabrik di Pacitan Unjuk Rasa

oleh -Dibaca 1.382 kali
PT Dragonfly (Dok.Pacitanku)
PT Dragonfly (Dok.Pacitanku)
PT Dragonfly (Dok.Pacitanku)
PT Dragonfly (Dok.Pacitanku)

Pacitanku.com, ARJOSARI—Dikarenakan gaji yang dibayarkan tidak sesuai Upah minimum Kabupaten (UMK) Pacitan, puluhan karyawan PT DFMI (Dragon Fly Mineral Industry) menggelar aksi di depan kantor perusahaan Desa Pagutan, Kecamatan Arjosari, Sabtu (15/2/2014).

“Kami minta pihak perusahaan untuk memenuhi gaji perbulan setara upah minimum kerja (UMK) saat ini,” kata Acir Hernowo, koordinator aksi seperti dikutip dari DetikCom, Sabtu (15/2/2014).

Dikatakan Acir, selama ini para karyawan baru menerima gaji sebesar Rp 887 ribu. Padahal sesuai UMK 2014 Kabupaten Pacitan gaji yang semestinya diterimakan sebesar Rp 1 juta. Dirinya bersama karyawan lain juga sudah mengajukan permohonan ke perusahaan agar segera melayangkan surat penangguhan ke Dinsosnakertrans sejak awal Desember 2013 lalu.

Namun, hingga batas akhir pengajuan penangguhan 20 Desember 2013, pihak perusahaan tidak melakukannya.”Seluruh karyawan akan melakukan mogok kerja hingga gaji kami terbayarkan sesuai UMK 2014,” tandasnya.

Pemenuhan hak tersebut akan tetap diajukan meskipun perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan tembaga tersebut saat ini sedang kembang-kempis. Hal itu, kata Acir, bukan alasan untuk tidak melunasi hak-hak karyawan.

Selain melakukan orasi di halaman depan kantor PT DFMI, mereka juga membawa sejumlah tulisan bernada protes, seperti “Bantai Antek-antek Cina” dan sejenisnya. Para demonstran juga mengancam akan mengadu ke bupati terkait masalah ini.

Terpisah, saat dikonfirmasi perwakilan PT DFMI Divisi Personalia dan Perizinan Eko Wahyudiono mengaku sampai saat ini pihaknya masih belum bisa memenuhi tuntutan karyawan perusahaan tempatnya bekerja. Sebab, kondisi keuangan perusahaan sedang kolaps.

Sejak tahun 2010 perusahaan sudah tidak berproduksi. Sehingga, tidak ada pemasukan yang bisa digunakan untuk menggaji para karyawan. Solusinya, perusahaan berencana memangkas jumlah karyawan.”Kami sedang kesulitan pendanaan,” paparnya.

Seperti diketahui, PT Dragonfly adalah sebuah perusahaan modal asing yang beroperasi di Pacitan dan mendirikan pabrik pengolahan konsentrat di Arjosari. Namun beberapa waktu lalu, pabrik ini juga bermasalah terkait Analisis mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Pabrik pertambangan ini beroperasi tanpa menggunakan instalasi pengolah limbah (IPAL) dan justru didirikan di bantaran sungai Grindulu, beberapa kilometer di atas aliran air baku PDAM.

Redaktur : Robby Agustav