Alami Pendarahan Otak, Farrel Butuh Bantuan Segera

oleh -145 Dilihat
Farell (10) harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami pendarahan otak yang menyebabkan ia kehilangan kesadaran secara tiba-tiba. (Foto:Istimewa(

Pacitanku.com, PACITAN-Farell (10) harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami pendarahan otak yang menyebabkan ia kehilangan kesadaran secara tiba-tiba.

Kondisi tersebut membuat tubuhnya lemah dan nyawanya terancam, sehingga dokter merekomendasikan tindakan operasi serta perawatan intensif dengan biaya mencapai puluhan juta rupiah.

Menurut keluarga, Farell dikenal sebagai anak ceria, rajin mengaji, serta aktif beraktivitas bersama teman-temannya.

Di usianya yang masih belia, ia memiliki cita-cita besar untuk menjadi pemain sepak bola, penghafal Al-Qur’an, dan membahagiakan kedua orang tuanya.

Namun kejadian nahas terjadi ketika Farell bersiap berangkat ke sekolah.

Ia mendadak mengeluh sakit dan meminta izin untuk beristirahat.

Tak lama setelah itu, ia kehilangan kesadaran dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Saat ini Farell tengah dirawat intensif di RS Bethesda Yogyakarta.

Ia harus menggunakan ventilator sebagai alat bantu napas dan telah menjalani operasi selama tiga jam pada area kepalanya.

Meski operasi telah dilakukan, dokter menyatakan bahwa Farell masih membutuhkan perawatan lanjutan untuk menjaga stabilitas kondisi serta mencegah risiko yang dapat mengancam nyawanya.

Ayah Farell, Dani (58), yang sehari-hari bekerja sebagai penjual siomay keliling, mengaku kesulitan memenuhi biaya pengobatan.

Penghasilannya yang tidak menentu membuat keluarga tidak mampu menutupi kebutuhan dana rumah sakit yang terus meningkat.

Untuk membantu meringankan beban biaya, pihak keluarga bekerja sama dengan RS Bethesda Yogyakarta membuka penggalangan dana melalui platform Kitabisa.

Seluruh donasi yang terkumpul akan disalurkan secara resmi kepada pasien yang telah melalui proses verifikasi.

Pihak RS Bethesda menyampaikan bahwa pemilihan penerima bantuan akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk tingkat urgensi pengobatan serta kecukupan dana yang tersedia.

No More Posts Available.

No more pages to load.