Waduh, Warga Pacitan Ini Kepergok Nyabu Bareng Oknum Polisi

oleh -10779 views
Ilustrasi sabu-sabu (foto : zodiakrights.com)
Ilustrasi sabu-sabu (foto : zodiakrights.com)
Ilustrasi sabu-sabu (foto : zodiakrights.com)
Ilustrasi sabu-sabu (foto : zodiakrights.com)

Pacitanku.com, SEMARANG—Iwan (32), seorang warga dari Dusun Krajan, Pacitan ditangkap pihak kepolisian resort kota besar (Polrestabes) Semarang, setelah ditemukan sedang melakukan pesta sabu-sabu di sebuah rumah kontrakan, di Jalan Pleburan VIII, Semarang Selatan, Kota Semarang.

Ia ditemukan sedang pesta barang haram tersebut bersama oknum polisi yakni Brigadir M Nurul Hidayat (25), anggota Polres Pekalongan dan dua wanita, yakni Rahmi (28), wara Tridonorejo, Bonang, Demak dan Rina (33) warga Kemuning, Poncol Pekalongan.

Seperti dilansir Suara Merdeka, kapolrestabes Semarang Kombes Djihartono mengatakan, saat penindakan itu pihaknya memergoki anggota polisi dan ketiga rekannya itu sedang mengkonsumsi sabu di lokasi.

“Keempat kami tangkap saat bersama-sama mengkonsumsi sabu di sebuah kamar di kontrakan itu, Sabtu (8/2) sekitar pukul 23.00,” ungkapnya saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Kamis (13/2).

Dalam penggrebekan yang dipimpin Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang, AKBP Iskandar Sitorus, pihaknya mengamankan barang bukti berupa 2 gram sabu dan 20 butir pil ekstasi serta alat isap atau bong. “Untuk memastikan kami juga lakukan tes urine, semuanya positif,” ujarnya.

Pesta barang haram tersebut terbongkar setelah pihaknya mendapat laporan bahwa rumah kontrakan itu kerap digunakan untuk transaksi dan mengkonsumsi sabu. “Saat ditelusuri benar adanya, hingga kami melakukan penindakan,” imbuh AKBP Iskandar Sitorus.

Dalam kasus ini, para pelaku dijerat pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Pihak keolisian juga masih melakukan pengembangan terkait asal muasal barang terlarang tersebut, berikut peran keempat pelaku. “Sementara semuanya masih pengguna. Ini masih kami kembangkan,” jelasnya.

Sementara itu, para pelaku enggan berkomentar saat dimintai keterangan. Adapun dua wanita itu hanya menangis sembari terus menutup wajahnya.

Redaktur : Ajeng