Selama Sebulan, Delapan Jembatan di Pacitan Rusak Diterjang Banjir

oleh -Dibaca 1.426 kali
Jembatan di Arjosari Putus (Foto : RRI)
Jembatan di Arjosari Putus (Foto : RRI)
jembatan rusak
jembatan rusak

Pacitanku.com, PACITAN—Bencana alam banjir yang menerjang sungai di Pacitan beberapa waktu lalu diketahui telah merusak total delapan jembatan. Delapan jembatan tersebut rusak akibat banjir bandang yang menerjang sungai di daerah tersebut selama sebulan terakhir.

Dari hasil evaluasi Dinas Bina Marga Pacitan, mayoritas kerusakan disebabkan fondasi jembatan tergerus air sehingga menggantung. 

“Ini tersebar di berbagai kecamatan, termasuk dua jembatan di jalur antarkabupaten,” kata Suparlan, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Bina Marga dan Pengairan Pacitan, seperti dikutip dari AntaraJatim, Rabu (12/2/2014).

Dikatakan Parlan, melubernya debit air setiap kali turun hujan deras dikhawatirkan semakin memperburuk kondisi jembatan yang rata-rata mengalami gerusan. Ia mengatakan, delapan jembatan yang kondisinya rawan ambles atau bahkan terputus itu di antaranya adalah jembatan gantung Dembo Kidul, Sono, Noneng, Gawang, dan Jatisari.

Dari data bina marga, sarana penyeberangan yang mengalami kerusakan itu tersebar di beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Ngadirojo, Tulakan, Kebonagung, Tegalombo, Arjosari dan Punung. Kerusakan akibat terjangan banjir bervariasi, baik pada jembatan gantung maupun komposit.

“Namun rata-rata kerusakan terjadi pada bagian pondasi akibat derasnya gerusan air, seperti longsor maupun ambrol,” ungkapnya.

Rencananya, dari kedelapan jembatan itu, beberapa di antaranya diprioritaskan untuk segera diperbaiki. Jembatan Gawang Di Kecamatan Kebonagung dan jembatan Noneng di Kecamatan Tulakan, misalnya, saat ini telah diproyeksikan untuk direhabilitasi karena menjadi akses penopang utama mobilitas serta perekonomian warga.  Kedua jembatan ini juga menjadi akses penting di jalur penghubung Kabupaten Pacitan-Ponorogo serta Pacitan-Trenggalek.

Untuk perbaikan seluruh jembatan, kata Suparlan, Dinas Bina Marga dan Pengairan mengajukan anggaran sebesar Rp245 juta. “Dana perbaikan rencananya akan diambilkan dari pos anggaran tak terduga,” pungkasnya.

Redaktur : Robby Agustav