Acara yang berlangsung selama dua hari ini berhasil menarik perhatian ribuan warga, membuktikan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya lokal.
Gelar Lomba Tari Tayub, Cara Unik Warga Sidomakmur Pacitan Lestarikan Budaya Lokal
Perlombaan ini menjadi bukti nyata semangat “nguri-uri budaya” atau melestarikan budaya, yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Warga Sidomakmur Pacitan “Tumplek Blek” Rayakan HUT ke-80 RI, Semangat Gotong Royong Kembali Bergelora
Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, semuanya tumpah ruah dalam kebersamaan yang hangat.
Anak-anak Pacitan Unjuk Kebolehan Tayub, Lestarikan Seni Warisan Budaya
Ia menambahkan bahwa kesenian ini sudah tidak asing bagi orang dewasa, tetapi masih sangat baru bagi anak-anak usia SD ke bawah.
Tradisi Baritan Pacitan: Memupuk Persatuan dan Melestarikan Budaya Melalui Syukur
Meski ancaman wabah tak lagi menghantui seperti berabad-abad lalu, tradisi sedekah bumi yang kini dikenal sebagai Baritan ini tetap lestari dari generasi ke generasi.
Gamelan Beling Gema di Pacitan, Alunan Merdu dari Limbah Kaca Pukau Penonton
Menurut Amin, kunci agar bilah-bilah kaca tidak pecah saat ditabuh terletak pada ketenangan batin sang penabuh atau pengrawit.
Pagelaran Budaya Song Meri Pacitan Hidupkan Tradisi dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Seniman lokal sekaligus penggagas acara, Amin Sastro, menjelaskan bahwa pagelaran ini adalah buah dari kolaborasi panjang.
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.









